2 Miliarder Kripto Ini Sumbang Rp1,7 Triliun untuk Partai Sayap Kanan Inggris

2 Miliarder Kripto Ini Sumbang Rp1,7 Triliun untuk Partai Sayap Kanan Inggris

Global | sindonews | Minggu, 13 September 2026 - 17:54
share

Seorang miliarder Inggris kedua telah memberikan sumbangan dalam jumlah rekor, yakni hampir USD49 juta, kepada partai sayap kanan Reform UK; jumlah ini menyamai nilai sumbangan yang dijanjikan oleh seorang pengusaha lain sehari sebelumnya.

Dalam tulisannya di surat kabar Inggris Daily Telegraph pada hari Sabtu, donatur Christopher Harborne menyatakan bahwa sumbangan sebesar USD48,7 juta (£36 juta) tersebut merupakan "hadiah filantropis" bagi negara. Ia menambahkan bahwa dirinya merasa "terinspirasi" untuk menyamai kontribusi yang diberikan oleh sesama miliarder, Ben Delo, 24 jam sebelumnya.

Kedua sumbangan tersebut menjadikan total dana yang dijanjikan untuk Reform sejak hari Jumat mencapai USD97 juta (Rp1,7 triliun).

Harborne, yang berusia 63 tahun, adalah investor mata uang kripto yang berbasis di Thailand, sementara Delo (42 tahun) merupakan salah satu pendiri bursa mata uang kripto BitMEX.Sumbangan ini datang di tengah maraknya pertanyaan seputar keuangan partai tersebut, menyusul konfirmasi dari Kepolisian Metropolitan London awal pekan ini mengenai dimulainya penyelidikan pidana terkait dugaan apakah Reform menerima sumbangan asing ilegal. Pemimpin partai Reform, Nigel Farage, menyambut baik kontribusi tersebut dalam sebuah unggahan di X.

"Anda tahu apa yang diinginkan Ben Delo dan Christopher Harborne? Tidak ada apa-apa," kata Farage.

"Hanya pemerintahan yang akan membenahi Inggris. Dan itulah yang akan diwujudkan oleh Reform UK," tambahnya.

Pemimpin Partai Konservatif yang berhaluan kanan, Kemi Badenoch, mengkritik Reform, dengan menuduh Farage dan rekan-rekannya tidak memiliki integritas.

Dapatkan notifikasi dan pembaruan instan sesuai minat Anda. Jadilah yang pertama tahu saat peristiwa besar terjadi."Anda bisa membeli staf dan iklan, tetapi Anda tidak bisa membeli penilaian yang tepat atau integritas," tulis Badenoch di X.

"Terkadang, dana yang lebih besar hanya berarti Anda mengulangi kesalahan yang sama. Partai Konservatif siap menghadapi pertarungan ini."

Reform telah muncul sebagai kekuatan politik utama di Inggris. Namun, data jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa partai tersebut telah kehilangan sebagian pemilih sejak Andy Burnham, yang berhaluan kiri, menggantikan Keir Starmer sebagai perdana menteri dan pemimpin Partai Buruh.

Melaporkan dari London, Camille Nedelec dari Al Jazeera mengatakan bahwa kedua donatur terbaru Reform tersebut meyakini mereka sedang membuat politik Inggris menjadi lebih adil.

"Salah satu alasan yang dikemukakan Ben Delo untuk donasi besar yang memecahkan rekor ini adalah untuk menciptakan kesetaraan dalam kancah politik," kata Nedelec. Pandangan tersebut juga diamini oleh sesama miliarder, Christopher Harborne, yang mengibaratkan Reform UK sebagai perusahaan rintisan (startup) yang membutuhkan dorongan; hal ini karena, tidak seperti partai-partai politik arus utama, partai tersebut tidak memiliki infrastruktur bawaan berupa dukungan finansial dan donasi rutin.

"Mereka tentu memandang hal ini sebagai cara untuk menciptakan politik Inggris yang lebih adil. Jika kita melihat gambaran besarnya, secara historis Reform menerima sangat sedikit donasi dibandingkan dengan partai-partai politik arus utama," tambahnya.

Reform merupakan penerus Brexit Party besutan Farage, yang berganti nama menjadi Reform pada tahun 2021. Farage, sosok yang berperan penting dalam gerakan Brexit, telah lama memosisikan dirinya sebagai tokoh anti-kemapanan dan mengalami lonjakan popularitas seiring dengan meningkatnya kekecewaan pemilih terhadap Partai Konservatif dan Partai Buruh. Kedua partai tersebut secara historis mendominasi kancah politik Inggris, namun penurunan drastis standar hidup dalam beberapa tahun terakhir telah memicu tuntutan akan adanya alternatif lain.

Topik Menarik