Dibantu Turki dan Mesir, Arab Saudi Pilih Perang Besar-besaran dengan Houthi
Penyelenggaraan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya kembali mendapat sorotan. Kali ini, sejumlah atlet mengeluhkan kualitas dan porsi makanan yang disediakan di kantin perkampungan atlet yang dinilai belum memenuhi kebutuhan mereka sebagai olahragawan.
Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah seorang pengguna X asal Thailand mengunggah video pada 17 September 2026. Dalam rekaman yang disertai tagar resmi #Asiangames2026, pengguna tersebut memperlihatkan kondisi area makan sekaligus menyampaikan kekecewaannya terhadap hidangan yang disediakan panitia.
Dikutip dari Financial News, Minggu (20/9/2026), pengguna tersebut mempertanyakan porsi makanan yang diberikan kepada atlet. “Apakah Jepang menyajikan makanan seperti ini untuk para atlet? Ini benar-benar miris. Mereka memberi kami terlalu sedikit. Bagaimana mungkin kami punya tenaga untuk bertanding?” tulisnya.
Dalam video tersebut terlihat seorang pria yang mengenakan seragam tim nasional Thailand. Ia tampak membawa nampan sambil mengantre untuk mendapatkan makanan. Berbeda dengan sistem prasmanan, makanan di kantin tersebut diberikan langsung oleh petugas kepada para atlet.
Menu yang terlihat dalam rekaman terdiri dari tiga potong ayam, sedikit brokoli, pasta, serta beberapa pelengkap lainnya. Porsi tersebut kemudian menuai kritik karena dianggap kurang untuk menunjang kebutuhan energi atlet yang tengah menjalani pertandingan.Persoalan konsumsi bukan satu-satunya masalah yang muncul selama pelaksanaan Asian Games 2026. Sebelumnya, sejumlah kontingen juga mengeluhkan persoalan akomodasi dan distribusi kamar di lokasi penginapan.
Tim nasional sepak takraw Thailand, misalnya, dilaporkan sempat tidur di lantai lobi kapal pesiar karena data alokasi kamar mereka tidak tercatat dalam sistem panitia. Situasi tersebut membuat para atlet harus menunggu kepastian mengenai tempat tinggal mereka.
Kondisi serupa juga dialami sejumlah atlet India. Mereka disebut harus menunggu hingga 14 jam di area kedatangan sebelum memperoleh kepastian mengenai kamar penginapan.
Atlet mixed martial arts (MMA) India, Varun Sanyal, turut menyampaikan kekecewaannya. Ia mengaku telah memiliki kartu akreditasi sejak tiba di Jepang, tetapi mengalami kendala akibat proses data elektronik yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Setelah menunggu berjam-jam untuk mendapatkan kamar, ia juga mengaku tidak memperoleh jatah makanan secara layak.









