Survei INES: Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo Tembus 79,3 Persen
JAKARTA, iNews.id - Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3 persen. Namun, persoalan ekonomi, lapangan kerja, dan harga kebutuhan pokok masih menjadi catatan dalam hasil survei tersebut.
Hasil ini merupakan survei Indonesia Network Election Survey (INES) yang digelar menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Survei ini memotret pandangan masyarakat terhadap kinerja pemerintah di sejumlah sektor.
Direktur Eksekutif INES Andri Gunawan mengatakan, 17,4 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerja Prabowo. Sementara itu, 3,3 persen responden tidak memberikan jawaban.
Untuk tingkat kepercayaan, survei INES mencatat 82,1 persen responden menyatakan percaya terhadap Prabowo. Sebanyak 16,5 persen menyatakan kurang atau tidak percaya, sedangkan 1,4 persen tidak menjawab.
Survei tersebut juga mencatat 78,2 persen responden mengapresiasi keberanian, ketegasan, serta kecepatan pemerintah dalam mengeksekusi program-program yang dinilai pro-rakyat.
“Capaian positif ini menjadi indikator penting bahwa arah kebijakan yang diambil pemerintah berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi harapan masyarakat,” ucap Andri dalam keterangannya dikutip, Rabu (30/9/2026).
Di sisi lain, penilaian terhadap sektor ekonomi tercatat lebih rendah. Tingkat kepuasan di sektor tersebut berada di angka 50,8 persen, dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan lesunya sektor ekonomi disebut menjadi alasan utama ketidakpuasan masyarakat.
Untuk kondisi politik, sebanyak 78,3 persen responden menilai situasi politik Indonesia dalam keadaan stabil dan baik. Sebaliknya, 18,6 persen menilai kondisi politik buruk dan tidak stabil, sedangkan 3,1 persen tidak memberikan penilaian.
Pada sektor diplomasi, sebanyak 80,3 persen responden menyatakan puas dan percaya terhadap strategi diplomasi Prabowo yang dinilai membawa agenda penguatan ekonomi Indonesia sebagai prioritas dalam berbagai lawatan ke luar negeri. Sebanyak 16,4 persen menyatakan tidak puas dan tidak percaya, sementara 3,3 persen tidak menjawab.
Terkait pemberantasan korupsi, sebanyak 78,2 persen responden menyatakan puas dan cukup puas. Sementara untuk kebebasan berpendapat, 81,2 persen responden menyatakan puas dan cukup puas.
Dalam penanganan kemiskinan, sebanyak 68,2 persen responden menyatakan puas dan cukup puas. Adapun untuk program kesejahteraan sosial dan bantuan sosial (bansos), tingkat kepuasan tercatat 78,7 persen.
Meski demikian, persoalan lapangan kerja masih menjadi salah satu catatan. Sebanyak 50,7 persen responden menyatakan kurang puas terhadap penanganan sulitnya mencari pekerjaan.
Survei tersebut juga memotret tingkat dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 78,2 persen responden menyatakan setuju agar program tersebut dilanjutkan, sedangkan 18,4 persen tidak setuju dan 3,4 persen tidak menjawab.
Survei INES digelar pada September 2026 di 36 provinsi dengan jumlah responden sebanyak 1.400 orang. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,48 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.










