Pilot-Kopilot Baku Hantam Diduga Pembajakan, Pesawat Rute Dubai-Tel Aviv Mendarat Darurat di Saudi
RIYADH, iNews.id - Pesawat maskapai Uni Emirat Arab (UEA), Flydubai, rute Dubai-Tel Aviv, Israel, mendarat darurat di Tabuk, Arab Saudi, Rabu (30/9/2026). Penyebabnya, pilot dan kopilot terlibat pertengkaran hebat, bahkan menggunakan senjata tajam.
Portal berita Israel Ynet melaporkan, kru sempat mengirim kode darurat pembajakan sebelum mendarat di bandara Tabuk. Pilot dan kopilot menderita luka parah.
Pesawat membawa 174 penumpang, sebagian besar warga Israel, saat peristiwa terjadi.
Menurut laporan Ynet, kode mengindikasikan kemungkinan pembajakan diaktifkan selama pertengkaran di kokpit berlangsung.
Disebutkan, sekitar 90 menit setelah pesawat lepas landas, yakni memasuki wilayah udara Yordania, pesawat mengirim kode "7700", sinyal internasional untuk keadaan darurat umum.
Pesawat kemudian mengirim kembali kode "7500", menandakan adanya gangguan tidak lazim terhadap pesawat, termasuk kemungkinan pembajakan.
Pada waktu hampir bersamaan, pesawat mengubah arah, kembali ke wilayah udara Arab Saudi, dan mulai terbang pada ketinggian rendah.
Bandara Internasional Pangeran Sultan bin Abdulaziz di Tabuk menyatakan, Pusat Pengendalian Lalu Lintas Udara menerima panggilan darurat dari penerbangan Flydubai FZ1073 pada pukul 08.44 untuk pendaratan darurat.
Setelah itu bandara menetapkan status darurat termasuk melakukan persiapan untuk membantu pesawat, yang akhirnya mendarat dengan selamat.
Kapten pesawat maupun kopilot mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis yang diperlukan.
Beberapa laporan mengungkap, kopilot menyerang pilot menggunakan senjata tajam dan berusaha membajak pesawat tersebut.
Informasi mengenai kewarganegaraan kedua kru kokpit tersebut masih simpang siur. Stasiun televisi Israel Channel 12 menyebut, kru terdiri ataa seorang pilot berkebangsaan Rusia dan kopilot berkebangsaan Ukraina.
Sementara Ynet melaporkan pilot, diduga berusaha menjatuhkan pesawat, berasal dari Oman dan kopilot berkebangsaan UEA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Katz telah memerintahkan pengiriman pesawat penyelamat militer ke Arab Saudi untuk memulangkan penumpang asal Israel yang berada dalam penerbangan Flydubai tersebut.
Flydubai kemudian menginformasikan kepada pihak berwenang Israel, pesawat pengganti akan dikirim dari Dubai ke Arab Saudi untuk menjemput kembali penumpang asal Israel.









