Iran Gantung Mata-Mata Mossad yang Bocorkan Lokasi Situs Rudal ke Israel

Iran Gantung Mata-Mata Mossad yang Bocorkan Lokasi Situs Rudal ke Israel

Global | sindonews | Minggu, 20 September 2026 - 06:32
share

Iran telah mengeksekusi gantung seorang pria lokal atas tuduhan menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad. Pria bernama Hossein Pedaran itu dituduh telah membocorkan lokasi situs rudal di Isfahan kepada badan mata-mata Zionis Israel.

Eksekusi gantung diumumkan lembaga kehakiman Iran pada Sabtu (19/9/2026). Ini menjadi kasus terbaru dalam serangkaian eksekusi terkait spionase Mossad di republik Islam.

Baca Juga: Militer Iran Pulih Sangat Cepat usai Perang, IDF dan Mossad Terkejut

Situs lembaga kehakiman Iran, Mizan, menyebutkan bahwa Hossein Pedaran telah dinyatakan bersalah atas tuduhan spionase dan bekerja sama dengan intelijen Israel, yang kemudian dijatuhi hukuman mati. Hukuman tersebut telah dikuatkan oleh Mahkamah Agung Iran.

Iran tidak mengungkap kapan penangkapan terhadap Pedaran dilakukan. Mizan memublikasikan laporan panjang mengenai apa yang disebut sebagai pengakuan Pedaran.

Menurut laporan tersebut, Pedaran awalnya menghubungi Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) dan menawarkan kerja sama, tetapi tidak mendapat respons. Dia kemudian menghubungi Mossad dan mendapat balasan beberapa hari kemudian dari seorang petugas yang memperkenalkan diri dengan nama "Ben" menggunakan nomor WhatsApp Belanda.Menurut laporan Mizan, Pedaran mengirimkan laporan terenkripsi mengenai fasilitas militer serta personel yang bekerja di dalamnya, termasuk informasi pribadi dan nomor telepon pasangan mereka.

Dia juga disebut menggunakan sejumlah kartu SIM yang terdaftar atas nama orang lain dan menerima sebuah perangkat kendali jarak jauh yang mampu mengambil foto secara diam-diam.

Masih menurut laporan Mizan, Pedaran menerima pembayaran dalam mata uang euro yang diambil dari sebuah kotak magnetik di balik pagar pengaman dekat sebuah jembatan di Teheran. Pada kesempatan lain, pembayaran disebut diambil dari kamar mandi sebuah kedai kopi.

Lebih lanjut, Mizan menyebutkan ada sebuah buku catatan mengenai topik rudal yang diberi tanda "sangat rahasia" ditemukan di rumah Pedaran.

Pedaran dilaporkan telah memutuskan kontak dengan Mossad sebelum perang terbaru pecah pada akhir Februari 2026. Namun, setelah perang dimulai, dia mencoba kembali menghubungi Mossad melalui Telegram sebelum akhirnya ditangkap.Mizan menyatakan Pedaran didampingi pengacara dan pemeriksaan forensik tidak menemukan adanya gangguan terhadap kemampuan berpikirnya. Pengadilan juga disebut menyimpulkan bahwa informasi yang diberikan Pedaran berkontribusi terhadap serangan yang menewaskan atau melukai sejumlah personel militer Iran.

Kasus-kasus spionase di Iran disidangkan melalui Pengadilan Revolusioner, yang prosesnya berlangsung tanpa pemeriksaan publik terhadap bukti-bukti yang diajukan. Pemerintah Iran juga secara rutin menyiarkan dan memublikasikan pengakuan para terdakwa.

Iran diketahui telah mengeksekusi belasan orang dengan tuduhan spionase atau bekerja sama dengan Mossad sejak perang dengan Israel pada Juni 2025. Jumlah eksekusi tersebut meningkat sejak perang terbaru dimulai pada Februari 2026.

Mereka yang dieksekusi sepanjang tahun ini antara lain Ali Ardestani pada Januari, mantan pegawai organisasi energi atom Iran Mehdi Farid pada April, serta Omid Behzad dan Pouria Safvat pada Agustus.

Iran Human Rights mencatat sedikitnya 1.639 eksekusi di Iran sepanjang 2025. Jumlah tersebut merupakan angka eksekusi tahunan tertinggi di negara itu sejak 1989.

Topik Menarik