IRGC Iran Akui Merudal Kapal Induk dan Kapal Perang AS: 'Lantaran Rusak, Keduanya Kabur dari Zona Konflik'
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengakui bahwa Angkatan Dirgantara-nya telah meluncurkan serangkaian rudal balistik yang menyasar kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut AS yang sedang beroperasi di kawasan Teluk Persia pada hari Sabtu.
Menurut pernyataan resmi dari Departemen Hubungan Masyarakat (Humas) IRGC, kapal-kapal perang AS yang menjadi sasaran tersebut sebelumnya secara aktif mengganggu pelayaran Iran dan berpartisipasi dalam blokade laut yang diberlakukan terhadap Iran.
Baca Juga: Kapal Induk AS Diserang Rudal Iran, Amerika Balas Gempur 3 Tanker Minyak Teheran
Para pejabat militer Iran menegaskan bahwa kedua kapal Angkatan Laut Amerika tersebut mengalami kerusakan dalam pertempuran di laut lepas itu dan terpaksa mundur.
"Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam menargetkan kapal induk dan kapal perusak AS dengan beberapa rudal balistik setelah kapal-kapal tersebut mengganggu kapal Iran dan berpartisipasi dalam blokade maritim," bunyi pernyataan Departemen Humas IRGC, yang dikutip Roya News, Minggu (6/9/2026)."Karena kerusakan yang diderita dan karena kekhawatiran akan serangan susulan, kedua kapal Angkatan Laut tersebut terpaksa melarikan diri dari zona konflik," lanjut pernyataan tersebut.Pernyataan IRGC juga menyoroti pernyataan lanjutan dari Komando Pusat AS (CENTCOM) yang mengakui bahwa aset Angkatan Laut-nya telah diserang rudal Iran, serta memandang konfirmasi Washington mengenai insiden itu sebagai bukti kemampuan ofensif Iran.
Meskipun Teheran menyatakan rudal-rudalnya merusak kedua kapal perang AS tersebut, CENTCOM mengeklaim bahwa kapal-kapal tersebut berhasil menghindari serangan tanpa mengalami kerusakan ataupun korban jiwa.
CENTCOM kemudian melancarkan serangan balasan yang melumpuhkan tiga kapal tanker minyak Iran. “Kami tidak akan ragu untuk membela pasukan Amerika, dan jika diperlukan, menghancurkan armada minyak Iran yang terbatas dan terekspos,” kata Kepala CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, dalam sebuah pernyataan.
IRGC memperingatkan bahwa tindakan lebih lanjut oleh pasukan Amerika di perairan kawasan tersebut akan memicu respons militer segera.
"Jika tindakan bermusuhan dan agresif terus berlanjut, rezim AS harus bersiap menghadapi respons keras dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," imbuh IRGC.
"Kami berdiri lebih kuat dari sebelumnya. Kemenangan adalah milik bangsa Iran yang teguh dalam perlawanan, sementara kekalahan dan penyesalan adalah nasib pasti bagi para agresor."










