Pentagon dan CIA Kerap Gunakan Tes Poligraf untuk Melacak Pengkhianat, Apakah Efektif?

Pentagon dan CIA Kerap Gunakan Tes Poligraf untuk Melacak Pengkhianat, Apakah Efektif?

Global | sindonews | Minggu, 6 September 2026 - 03:30
share

Berbagai instansi federal telah meningkatkan upaya dalam beberapa minggu terakhir untuk menemukan pihak yang diduga membocorkan informasi. Beberapa di antaranya—seperti FBI, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), dan Departemen Pertahanan—mulai menggunakan tes poligraf untuk membantu proses pencarian tersebut.

FBI mengonfirmasi kepada NPR bahwa mereka telah mulai menggunakan tes poligraf untuk melacak pegawai yang mungkin membocorkan informasi kepada pers.

Saat ditanya mengenai penggunaan tes poligraf, Asisten Menteri DHS untuk Urusan Publik, Tricia McLaughlin, menyatakan, "Departemen Keamanan Dalam Negeri adalah badan keamanan nasional. Kami bisa, harus, dan akan melakukan tes poligraf terhadap personel kami."

McLaughlin menambahkan bahwa mereka yang diduga membocorkan informasi akan ditindak secara hukum "seberat-beratnya sesuai ketentuan yang berlaku."

Yang terbaru, Pentagon telah melakukan tes poligraf terhadap sekitar 50 anggota Staf Gabungan militer AS sebagai bagian dari penyelidikan yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait kebocoran informasi kepada wartawan—termasuk laporan mengenai menipisnya stok amunisi AS selama perang melawan Iran—demikian dilaporkan oleh New York Times.Tes tersebut dilakukan pada bulan Agustus saat berbagai laporan berita merinci kekurangan senjata utama, termasuk rudal jarak jauh dan rudal pencegat Patriot, ungkap surat kabar itu dengan mengutip para pejabat yang mengetahui perihal penyelidikan tersebut.

Para penyelidik menanyai perwira militer dan pegawai sipil di Staf Gabungan mengenai apakah mereka telah membocorkan informasi rahasia kepada awak media dan apakah mereka telah memberikan informasi tentang menipisnya stok amunisi AS, menurut laporan tersebut.

Skala penyelidikan ini sangat tidak lazim. Tes poligraf massal belum pernah sebelumnya diterapkan terhadap personel senior militer AS dalam skala sebesar ini di era modern.

"Saya belum pernah melihat penggunaan poligraf seluas ini atau pada tingkat senioritas seperti ini," ujar Laksamana Muda (Purn) Donald J. Guter, yang pernah menjabat sebagai kepala penasihat hukum militer Angkatan Laut dari tahun 2000 hingga 2002. "Berdasarkan pengalaman saya, hal ini belum pernah terjadi sebelumnya."Penyelidikan ini dilakukan di tengah pemberitaan oleh sejumlah organisasi berita yang merinci bagaimana perang melawan Iran telah menguras cadangan amunisi AS, sekaligus melaporkan kekhawatiran internal pemerintah mengenai arah strategis dari agresi tersebut.

Pentagon dan CIA Kerap Gunakan Tes Poligraf untuk Melacak Pengkhianat, Apakah Efektif?

1. Teknologi yang Kuno

Tes poligraf telah lama berperan dalam penyelidikan kriminal, pemeriksaan izin keamanan, dan penyaringan pra-kerja, namun tingkat keandalan dan akurasinya telah menjadi perdebatan selama beberapa dekade.

Poligraf modern diciptakan lebih dari seabad yang lalu oleh seorang petugas polisi di Berkeley, California. Petugas tersebut, John Larson, terinspirasi oleh karya psikolog William M. Marston, sosok yang juga dikenal sebagai pencipta pahlawan super DC Comics, Wonder Woman, beserta Lasso of Truth miliknya yang berwarna emas.

Poligraf kemudian disempurnakan oleh polisi Berkeley lainnya, Leonarde Keeler, dan dengan cepat menyebar ke berbagai departemen kepolisian di seluruh negeri.

Meskipun pada awalnya poligraf dianggap sebagai mesin yang mampu menentukan apakah seseorang sedang berkata jujur, saat ini para pemeriksa poligraf menyatakan bahwa tes tersebut tidak seharusnya disamakan dengan "tes pendeteksi kebohongan."

2. Tak Mampu Mendeteksi Kebohongan

"Poligraf tidak mendeteksi kebohongan," ujar Thomas Mauriello, mantan agen Departemen Pertahanan yang telah melakukan sekitar 1.200 tes poligraf, melansir NPR.

Ia menambahkan, "Saat kita merasakan adanya ancaman, baik ancaman fisik maupun psikologis, kondisi fisiologis kita berubah, dan poligraf mendeteksi perubahan-perubahan tersebut pada tubuh."Tes ini memantau perubahan pada detak jantung, tekanan darah, pernapasan, dan aktivitas kelenjar keringat seseorang—dengan dasar pemikiran bahwa tindakan berbohong dapat memicu respons *fight-or-flight* (lawan atau lari). Namun, selama beberapa dekade, penelitian menunjukkan bahwa hasil poligraf bisa tidak konsisten dan alat ini tidak tepat untuk menilai kejujuran seseorang.

3. Dibatahkan Pakar PsikologiMauriello, seorang dosen senior di University of Maryland, mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya, sistem saraf simpatis seseorang dapat teraktivasi oleh berbagai alasan—di luar tindakan penipuan.

"Ketika Anda melihat adanya reaksi, hal itu tidak serta-merta berarti orang tersebut sedang berbohong," tambahnya.

4. Menguji Kecemasan

Menurut Alan Saquella, seorang pemeriksa poligraf bersertifikat sekaligus profesor di Embry-Riddle Aeronautical University, pemeriksaan poligraf biasanya terdiri dari tiga bagian. Tahap pertama adalah pra-tes, di mana pemeriksa mengumpulkan informasi dari subjek. Kemudian, ada tes inti yang mencakup sekitar belasan pertanyaan, dengan jeda singkat sebelum orang yang diwawancarai memberikan jawaban. Terakhir, ada tahap pasca-tes, saat orang yang diwawancarai memiliki kesempatan untuk membahas sebagian hasil tes mereka.

Saquella mengatakan wajar jika seseorang merasa cemas saat menjalani tes, namun pemeriksa melakukan langkah-langkah untuk meredakan kegugupan tersebut, seperti memberikan daftar pertanyaan sebelumnya dan memulai dengan pertanyaan sederhana yang tidak mengintimidasi.

"Bahkan saat wawancara pra-tes pun, semua orang pasti akan merasa gugup," ujarnya. "Yang kami cari adalah adanya penyimpangan dari kondisi normal tersebut."

Meskipun tes poligraf digunakan oleh polisi dan agen federal, sebagian besar pemberi kerja swasta di AS tidak diizinkan melakukan tes ini terhadap karyawan mereka berdasarkan hukum federal. Pada umumnya, hasil tes ini juga tidak dapat diterima sebagai bukti di pengadilan federal.

Topik Menarik