Iran Bilang Mudah Miliki Senjata Nuklir: Keluar dari NPT dan Revisi Doktrin Nuklir
Iran menyatakan langkah Teheran untuk memiliki senjata nuklir mudah dilakukan. Yakni, cukup keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan merevisi doktrin nuklirnya.
"Hal yang mudah dilakukan," kata Abbas Goudarzi, juru bicara dewan pimpinan parlemen Iran, pada hari Minggu.
Baca Juga: Jika Iran Ingin Memiliki Senjata Nuklir, Pezeskhian: Kita Tak Akan Bergabung dengan NPT
Hanya saja, Teheran tidak berniat melakukannya. Republik Islam tersebut masih menjunjung tinggi fatwa almarhum Ayatollah Ali Khamenei—Pemimpin Tertinggi Iran yang meninggal dalam serangan gabungan Amerika Serika dan Israel 28 Februari—yang mengharamkan senjata nuklir.
Goudarzi mengatakan kepada Fars News Agency bahwa perbedaan antara Iran dan AS bersifat "mendasar", seraya berargumen bahwa mereka yang menganjurkan perdamaian dengan Washington sebenarnya berusaha memaksakan "penyerahan diri".Dia mengatakan bahwa memercayai AS sama saja dengan menerima "tipu daya", sembari menambahkan bahwa hanya "bahasa kekuatan dan logika kekuasaan" yang efektif dalam menghadapi Washington.Goudarzi juga memperingatkan bahwa negosiasi apa pun yang melemahkan apa yang disebut Iran sebagai "front perlawanan" atau memberi kesempatan bagi musuh-musuhnya untuk menggalang kekuatan kembali akan menjadi sebuah "kesalahan strategis".
"Keluar dari NPT dan meninjau kembali doktrin nuklir Iran adalah hal yang sepenuhnya dapat dicapai dan mudah dilakukan," katanya, dan mengeklaim bahwa langkah-langkah semacam itu akan menempatkan AS dan sekutunya "pada posisi yang semestinya".
NPT, yang mulai berlaku pada tahun 1970, merupakan perjanjian internasional yang bertujuan mencegah penyebaran senjata nuklir sekaligus mendorong penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.
Iran adalah pihak dalam perjanjian tersebut dan, sebagai negara non-senjata nuklir, tunduk pada ketentuan pengawasan (safeguards) atas kegiatan nuklirnya.
Dalam sebuah wawancara dengan India Today pada hari Sabtu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah berupaya memperoleh senjata nuklir, seraya mengatakan bahwa Iran tidak akan bergabung dengan NPT jika berniat mengembangkannya.
"Kami bersikap terbuka, dan mereka datang setiap hari untuk melakukan inspeksi serta kunjungan. Kami bekerja dan terus bekerja dalam kerangka hukum internasional. Jika kami mengincar senjata nuklir, kami tidak akan menjadi anggota NPT," ujarnya.









