Kim Jong-un Tembakkan 10 Rudal, Tak Peduli Trump Pangkas Latihan Perang AS-Korsel
Korea Utara (Korut), di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, telah menembakkan sekitar 10 rudal balistik jarak pendek ke arah laut. Manuver misil itu dilakukan sehari setelah Pyongyang merespons dingin perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memangkas durasi latihan perang gabungan Amerika dan Korea Selatan (Korsel).
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, seperti dikutip The Guardian, Jumat (21/8/2026), mengatakan rudal-rudal Korut diluncurkan dari wilayah Pyongyang sekitar pukul 17.00 waktu setempat pada Kamis menuju perairan timur Korea Utara.
Baca Juga: Trump Akan Temui Kim Jong-un, Sebut Korut Punya 57 Senjata Nuklir Sangat Kuat
Militer Korea Selatan tersebut mengatakan pihaknya telah meningkatkan pengawasan dan berkoordinasi erat dengan Amerika Serikat serta Jepang untuk bertukar informasi mengenai peluncuran misil-misil tersebut.
Dewan Keamanan Nasional Kepresidenan Korea Selatan langsung menggelar rapat darurat. Setelah pertemuan, dewan tersebut mengeluarkan pernyataan yang mendesak Korea Utara menghentikan peluncuran rudal balistik, yang dilarang berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB.Kantor Perdana Menteri Jepang sebelumnya mengatakan pihaknya mendeteksi dugaan peluncuran rudal oleh Pyongyang.Pada Rabu, militer Korea Selatan dan AS mengatakan mereka memangkas skala latihan perang Ulchi Freedom Shield yang berlangsung selama 11 hari. Trump memerintahkan Pentagon untuk secara substansial mengurangi latihan tersebut sesaat sebelum dimulai pada Senin lalu.
Dalam menjelaskan alasan keputusannya, Trump menyebut hubungannya yang baik dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, serta penolakan Korea Selatan untuk mendukungnya dalam perang melawan Iran.
Kim Yo-jong, adik perempuan Kim Jong-un yang berpengaruh di Korut, menepis melunaknya sikap Trump tersebut pada Rabu dan mengatakan bahwa hal itu tidak layak untuk dikomentari.
“Sifat provokatif dan agresif dari latihan tersebut tidak akan berubah meskipun durasi dan skalanya dikurangi,” katanya.
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
“Jika AS menghitung bahwa mereka dapat menyebarluaskan langkah terbarunya sebagai bentuk apa yang disebut itikad baik, mereka tidak akan mendapatkan jawaban yang diinginkan," ujarnya.Kim Yo-jong juga menyoroti serangkaian latihan militer lain yang dilakukan AS dan Korea Selatan pada awal tahun ini, serta dorongan Korea Selatan untuk memperkenalkan kapal selam bertenaga nuklir.
Namun, Kim Yo-jong menahan diri dari reaksi khas Korea Utara yang biasanya menggunakan retorika keras. Dia mengatakan hubungan pribadi antara kakaknya dan Trump “masih sangat baik”.
Hal itu dapat menjadi sinyal bahwa Pyongyang ingin menunggu Trump memberikan konsesi yang lebih besar sebelum kembali ke meja perundingan.
Kim Yo-jong membantah klaim Trump bahwa Kim Jong-un telah merespons permintaannya untuk melakukan pembicaraan.
Ketika ditanya wartawan pada Rabu apakah dia akan bertemu Kim Jong-un tahun ini, Trump menjawab, “Ya, saya akan bertemu dengannya.”
Trump tidak menjawab pertanyaan mengenai apakah dirinya saling berkirim surat dengan Kim, tetapi mengatakan bahwa mereka memiliki hubungan yang baik.










