Seekor Buaya Bonbin Terkam Pawangnya hingga Tewas, Ini Penampakannya
Seekor buaya di sebuah kebun binatang (bonbin) Papua Nugini telah menerkam pawangnya hingga tewas. Momen mengerikan yang terjadi pada hari Sabtu itu terekam kamera, di mana korban terlihat kesakitan luar biasa tapi tak bisa berteriak.
Pawang satwa tersebut sedang berada di dalam kandang buaya di Adventure Park, Port Moresby, kemarin saat dia diserang. Pria itu sempat dilarikan ke 3 Mile General Hospital untuk mendapatkan perawatan, namun meninggal dunia akibat luka-lukanya pada pagi ini (6/9/2026) pukul 07.00.
Baca Juga: Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan korban berpegangan pada tepi kolam sementara orang-orang di sekitar berusaha menolongnya. Terlihat rahang buaya sedang mencengkeram kakinya.
Kerumunan orang berkumpul di sekitar kandang, di mana seseorang tampak menyodorkan tiang pagar kepada korban, sementara orang lain terlihat berusaha menopangnya dari tepi kolam.Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
Saksi mata, Gibson John, mengatakan kepada ABC bahwa korban diterkam saat mencoba memberi makan buaya tersebut."Dia membawa ayam ke dekat pagar, lalu buaya itu menyerang dan berusaha menariknya masuk ke dalam kolam," ujar John. "Kami tidak bisa memberikan pertolongan saat itu, [tetapi] saya berhasil menghubungi ambulans St John."
John mengatakan buaya itu mencengkeram kaki korban di dalam mulutnya selama lebih dari satu jam sebelum bantuan tiba.
"Petugas keamanan tidak membawa senjata, tetapi mereka memberinya batang besi kecil untuk digunakan sampai polisi dan ambulans St John tiba," katanya.
"Dia kesakitan luar biasa tetapi tidak bisa berteriak. Dia tidak bisa berbicara dengan jelas saat itu. Rasa sakit itu terlihat dari sorot matanya," paparnya.
"Satu-satunya kalimat yang terdengar darinya adalah, 'Saya tidak melakukan kesalahan apa pun'," inmbuh John. John mengatakan bahwa belakangan dia diberi tahu bahwa korban—yang berasal dari Western Islands di wilayah utara Papua Nugini—telah kehilangan satu kakinya sebelum dilarikan ke 3 Mile General Hospital.
"Saya belum pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya. Saya tidak percaya dengan apa yang saya lihat," ujarnya.
Pihak Port Moresby Nature Park secara rutin mengadakan demonstrasi pemberian makan buaya, di mana para staf berinteraksi secara dekat dengan hewan-hewan reptil tersebut.
Diketahui bahwa pawang tersebut telah bekerja di kebun binatang itu selama sekitar dua tahun.
Kebun binatang tersebut ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan para staf yang menyaksikan serangan itu dilaporkan sedang berkumpul di rumah duka hari ini.










