Penampakan Kapal Induk Abraham Lincoln AS Jadi Kapal Karatan usai Mundur dari Perang Iran

Penampakan Kapal Induk Abraham Lincoln AS Jadi Kapal Karatan usai Mundur dari Perang Iran

Global | sindonews | Jum'at, 4 September 2026 - 13:07
share

Kapal induk USS Abraham Lincoln Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) tiba di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada hari Rabu dengan kondisi yang dipenuhi karat cukup parah dari haluan hingga buritan. Kondisi tersebut mengejutkan sejumlah pengamat setelah kapal tersebut menjalani pelayaran panjang yang berlangsung hampir tanpa jeda.

Foto-foto yang beredar memperlihatkan "running rust" atau "karat yang mengalir", cat yang aus dan mengelupas, serta penumpukan alga di sepanjang lambung kapal, garis air, tepian dek penerbangan, dan sponson. Kondisi ini sangat kontras dengan penampilannya yang jauh lebih bersih ketika kapal tersebut sempat singgah di Guam pada Desember lalu.

Baca Juga: Belum Usai Krisis USS Abraham Lincoln, AS Kerahkan Kapal Induk Theodore Roosevelt untuk Tekan Iran

Kapal induk tersebut meninggalkan pangkalannya di San Diego pada 21 November 2025 dan telah menghabiskan 286 hari di laut, sebagian besar dalam operasi berintensitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.

USS Abraham Lincoln mendukung misi tempur dan blokade maritim terhadap Iran di Timur Tengah selama berbulan-bulan setelah dialihkan dari kawasan Pasifik. Kapal itu hanya melakukan beberapa kali persinggahan singkat di Guam dan Oman untuk mendapatkan pasokan.

Kapal induk biasanya melakukan kunjungan ke pelabuhan setiap 30 hingga 45 hari untuk menjalani perawatan dan memberikan waktu istirahat bagi para awaknya. Namun, periode pelayaran USS Lincoln jauh melampaui rekor-rekor modern, termasuk lebih dari 200 hari berturut-turut tanpa kunjungan pelabuhan penuh yang memberikan kesempatan awak untuk beristirahat dan turun dari kapal.Para pakar mengatakan korosi atau karat tersebut merupakan hal yang wajar setelah kapal terpapar air laut dalam waktu lama tanpa kesempatan perawatan besar, terutama ketika berada dalam kondisi operasi tempur.

"Karat di sepanjang garis air bukanlah sesuatu yang tidak biasa pada kapal yang telah menjalani operasi terus-menerus di laut selama 60 hari atau lebih," kata pakar Angkatan Laut, Carl Schuster, kepada CNN, yang dilansir Jumat (4/9/2026).

Schuster merupakan mantan kapten Angkatan Laut AS yang pernah bertugas dalam tiga penugasan di kapal induk kelas Nimitz.

Schuster mengatakan memperbaiki kondisi tersebut di tengah laut sangat tidak praktis dalam situasi operasional. Pekerjaan itu mengharuskan awak diturunkan ke sisi lambung kapal untuk mengikis karat, mengoleskan primer pencegah karat, kemudian mengecat ulang dengan warna abu-abu khas kapal perang AS. Menurut perkiraannya, pekerjaan preservasi tersebut membutuhkan waktu sekitar 30 hari.

Sejumlah spesialis lainnya juga mengatakan kerusakan yang terlihat sebagian besar bersifat kosmetik dan tidak mengganggu kemampuan operasional kapal induk tersebut.Laksamana Madya (Purn) Angkatan Laut AS Robert Murrett mengatakan kepada Newsweek bahwa kondisi lambung kapal dan cat yang hilang di sepanjang garis air "konsisten" dengan kapal yang telah berada di laut selama lebih dari sembilan bulan.

William Freer, peneliti di Council on Geostrategy, mengatakan meskipun tingkat keausan kapal terlihat cukup parah, fakta bahwa kapal yang mulai berdinas pada 1989 mampu menjalani periode operasi yang begitu panjang merupakan bukti kemampuan Angkatan Laut AS mengerahkan kapal-kapalnya hingga batas kemampuan operasional ketika diperlukan.

Foto-foto kapal lain yang tergabung dalam kelompok tempur USS Abraham Lincoln juga memperlihatkan kondisi lapisan cat yang belang dan karat serupa.

Beban Berat bagi 5.000 Awak

Pelayaran panjang tersebut juga menyoroti dampak terhadap sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang berada di kapal.

Keluarga awak kapal dan sejumlah anggota parlemen AS menyampaikan kekhawatiran mengenai tekanan terhadap kesehatan mental, terbatasnya kesempatan untuk beristirahat di pelabuhan, serta persoalan pasokan yang sebelumnya muncul, termasuk produk kebersihan dan kondisi tempat tinggal.Namun, pejabat Angkatan Laut AS mengatakan tidak ada waktu makan yang terlewat, sejumlah kasus masalah kesehatan mental telah ditangani tanpa korban jiwa, dan kapal tetap mempertahankan tingkat retensi awak yang kuat.

Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut AS Hung Cao sebelumnya menggambarkan para awak sebagai orang-orang yang telah "didorong hingga batas kemampuan mereka", sembari menegaskan keberhasilan misi tersebut di zona tempur.

Persinggahan di Thailand ini menjadi kunjungan pelabuhan pertama USS Abraham Lincoln untuk beristirahat dan memulihkan kondisi selama penugasan tersebut. Kapal diperkirakan berada di Thailand selama beberapa hari untuk memberikan kesempatan kepada awak beristirahat sebelum memulai perjalanan pulang ke San Diego.

Perawatan prioritas dalam jumlah terbatas, termasuk menangani karat di area yang sangat terpapar seperti bagian haluan, kemungkinan dilakukan selama kapal berada di pelabuhan.

USS Abraham Lincoln telah digantikan oleh USS George Washington di kawasan Timur Tengah dan kini beroperasi di wilayah Armada ke-7 AS dalam perjalanan kembali ke pangkalannya.

Topik Menarik