Warga Gaza Gelar Pemakaman Massal 112 Orang yang Tewas Diserang Israel pada 2023
Pemakaman massal digelar pada Selasa (4/8/2026) di Kota Gaza untuk 112 orang yang tewas diserang Israel pada 2023. Pemakaman itu mengungkap tragedi yang menghancurkan bagi orang-orang yang masih terjebak di bawah reruntuhan lingkungan mereka yang hancur.
Pertahanan Sipil Gaza dan Kementerian Kesehatan menyatakan warga Palestina akan menguburkan jenazah 112 orang dari keluarga Abu Shariah dan Hassayna.
Kedua keluarga tersebut adalah keluarga besar yang tinggal di lingkungan Sabra, di bagian selatan Kota Gaza. Kedua keluarga tersebut telah hidup di bawah serangan Israel berulang kali.
Mereka termasuk di antara 308 warga Palestina yang tewas dalam satu hari di Kota Gaza, termasuk 40 wanita, 30 anak-anak, dan 7 penyandang disabilitas.
Tim Pertahanan Sipil Gaza menyatakan mereka tidak dapat mengambil jenazah dari bawah reruntuhan karena kekurangan bahan bakar dan kekurangan peralatan penyelamatan yang signifikan. Tim Pertahanan Sipil dan masyarakat setempat bersatu, menggunakan alat-alat yang sangat primitif, untuk menemukan para jenazah dan memberikan pemakaman yang layak.
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
Pemakaman ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak genosida ini, karena masih ada ribuan orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan mereka yang hancur, khususnya di daerah-daerah yang dianggap sebagai zona perang aktif, seperti bagian timur Kota Gaza.
Keluarga-keluarga yang tinggal di Kota Gaza telah memberi tahu kami bahwa mereka memiliki kerabat yang masih berada di bawah reruntuhan rumah mereka yang hancur; mereka tidak dapat menyelamatkan mereka. Salah satu kesaksian paling menyedihkan yang kami dengar dari pasukan Pertahanan Sipil adalah mereka mendengar suara-suara orang yang terjebak selama berhari-hari, tetapi kemudian suara-suara itu menghilang.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan dua warga Palestina telah tewas dan 10 terluka dalam serangan Israel di seluruh Jalur Gaza selama 24 jam terakhir.
Menurut kementerian, sejak "gencatan senjata" dengan Israel dimulai pada 11 Oktober, total 1.252 orang telah tewas dan 4.120 terluka.
Kementerian tersebut mengatakan jumlah korban kumulatif sejak dimulainya perang genosida pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.377 orang tewas, dengan 174.230 orang terluka.
Baca juga: Liga Arab Peringatkan Israel Tak Boleh Diizinkan Perluas Pendudukan Jalur Gaza









