Janji Kampanye Menteri Israel Ben-Gvir: Usir 2,2 Juta Rakyat Palestina dari Gaza

Janji Kampanye Menteri Israel Ben-Gvir: Usir 2,2 Juta Rakyat Palestina dari Gaza

Global | sindonews | Jum'at, 4 September 2026 - 09:21
share

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada hari Kamis menyampaikan janji pengusiran rakyat Palestina dari Jalur Gaza jika pihaknya menang pemilu. Rencana Ben-Gvir adalah mengusir 250.000 warga Palestina pada tahun pertama dan sisanya, yang berjumlah sekitar 2 juta, selama enam tahun berikutnya.

Berbicara menjelang pemilu Israel yang diprediksi akan berlangsung sengit, menteri yang dikenal ekstremis itu menggambarkan rencananya sebagai langkah yang realistis. Dia mengeklaim bahwa beberapa negara siap menerima warga Palestina dari Gaza, meskipun dia tidak menyebutkan negara mana saja.

Baca Juga: Israel Ingin Usir Penduduk Gaza, Masih Tunggu Persetujuan AS

"Kita harus mendorong emigrasi penduduk Gaza," ujar Ben-Gvir, sembari mengeklaim bahwa rencananya itu tidak akan melibatkan pemaksaan terhadap warga Palestina untuk meninggalkan tanah mereka, sebagaimana dikutip dari Roya News, Jumat (4/9/2026).

Partai Jewish Power miliknya diperkirakan akan menuntut pembentukan kementerian pemerintah yang bertanggung jawab atas "emigrasi" jika partai tersebut bergabung dalam koalisi pemerintahan mendatang.

Ben Gvir mengatakan gagasannya itu merupakan hasil kerja selama 18 bulan dan menggambarkannya sebagai rencana yang konkret.Pemindahan paksa warga sipil di wilayah pendudukan dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Bagi warga Palestina, usulan untuk memindahkan populasi Gaza membangkitkan ingatan akan Nakba, peristiwa ketika ratusan ribu warga Palestina terusir dari rumah mereka saat pendirian negara Israel pada tahun 1948.

Komentar Ben-Gvir telah berulang kali memicu kecaman internasional. Anggota koalisi pemerintahan sayap kanan Israel ini juga telah berulang kali menyerukan agar warga Palestina meninggalkan Gaza, meskipun belum jelas apakah usulan-usulan tersebut akan benar-benar diwujudkan menjadi kebijakan pemerintah.

Sebuah dokumen setebal 20 halaman berjudul "Rencana Kerja Nasional untuk Emigrasi Sukarela dari Jalur Gaza" yang telah ditinjau oleh AFP menggambarkan gagasan tersebut sebagai solusi potensial bagi konflik Israel-Palestina.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pada hari Rabu bahwa Israel telah menyiapkan rencana untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza jika Amerika Serikat menyetujui langkah tersebut. Selama berbulan-bulan, Katz telah menggaungkan gagasan yang ia sebut sebagai "emigrasi sukarela" bagi penduduk Gaza.Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, melangkah lebih jauh dengan mengusulkan agar langkah serupa diterapkan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Usulan-usulan ini juga sejalan dengan seruan yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump di awal masa jabatan keduanya, di mana dia menyerukan agar warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza dan menyarankan agar wilayah tersebut diubah menjadi destinasi resor mewah.

Trump kemudian menarik kembali usulan tersebut menyusul penentangan luas dari dunia internasional, termasuk dari Mesir, negara yang berbagi perbatasan darat dengan Gaza.

Sebagian besar penduduk Gaza telah mengungsi di dalam wilayah mereka sendiri akibat operasi militer Israel yang dilancarkan setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Serangan tersebut menewaskan 1.221 orang di Israel, menurut data resmi Israel.

Sejak saat itu, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 73.470 warga Palestina di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut yang beroperasi di bawah pemerintahan pimpinan Hamas. Kementerian tersebut menyatakan bahwa lebih dari 1.330 orang telah tewas sejak masa gencatan senjata.

Topik Menarik