Iran Ungkap Tanda-tanda Positif dalam Pembicaraan dengan Oman terkait Selat Hormuz

Iran Ungkap Tanda-tanda Positif dalam Pembicaraan dengan Oman terkait Selat Hormuz

Global | sindonews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:13
share

Berdasarkan informasi dari sumber-sumber diplomatik di Teheran, terdapat indikasi positif dari pihak Iran. Namun, perlu diingat bahwa situasi saat ini masih rentan dan tidak stabil.

Berbagai pihak sempat menyatakan kesepakatan sudah di depan mata, namun pada titik tertentu, ketegangan atau konfrontasi kembali terjadi.

Keterangan yang diperoleh dari Teheran—baik dari juru bicara Kementerian Luar Negeri maupun menteri luar negeri sendiri—menunjukkan adanya kemajuan positif.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan hal serupa saat berbicara di televisi pemerintah.

Ia menyatakan pembicaraan sedang berlangsung dan kedua pihak berupaya menentukan jalur pelayaran yang aman serta rute keluar-masuk bagi kapal-kapal guna membuka kembali selat tersebut.Ia juga menyebutkan jalur-jalur tersebut harus mengakomodasi hak kedaulatan serta kepentingan keamanan pihak Iran maupun Oman, dan proses diplomasi—baik dari sisi teknis maupun politis—saat ini dinilai positif.

Meski demikian, masih ada keraguan. Sumber-sumber diplomatik juga menyinggung adanya pihak-pihak yang berpotensi mengganggu proses ini.

Di saat yang sama, muncul kembali indikasi positif dengan adanya pembicaraan mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan pada akhir hari Rabu.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat Steve Mnuchin mengisyaratkan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz bisa saja tercapai paling cepat pada hari Selasa.

Sejauh ini, belum ada pengumuman resmi. Namun, secara umum terdapat kesan pembicaraan menunjukkan kemajuan, setidaknya dalam memperjelas mekanisme keluar-masuk kapal di selat tersebut, sejauh mana kendali yang dimiliki Iran atau Oman, kemungkinan penerapan biaya lintas (tol), serta apakah negara lain dapat membantu pembersihan ranjau di bagian jalur air tersebut guna memfasilitasi lalu lintas komersial.Sikap yang diambil pada dasarnya adalah "tidak ada kabar buruk berarti kabar baik," mengingat beberapa pejabat sebelumnya pada hari Selasa menyatakan pembicaraan terus berlanjut dan mereka menyambut baik perkembangan diskusi tersebut.

Pemerintahan Donald Trump tidak menginginkan Iran memungut biaya lintas, dengan argumen selat tersebut merupakan jalur air internasional yang terbuka bagi semua kapal, terlepas dari negara asal bendera atau tempat pendaftarannya.

Di sisi lain, Iran berpendapat mereka berhak mengenakan semacam biaya. Laporan menyebutkan sebagai gantinya, dukungan finansial dapat diberikan untuk pemulihan lingkungan, pemeliharaan jalur pelayaran, atau pembersihan ranjau di jalur utama.

Namun, Washington tidak ingin Iran memungut bayaran secara langsung kepada kapal-kapal komersial untuk melintasi selat tersebut.

Baca juga: Jutaan Warga Berunjuk Rasa di Seluruh Yaman, Dukung Kebijakan Blokade untuk Blokade

Topik Menarik