3 Negara Eropa yang Pindahkan Emas dari AS, Ada yang Tarik 300 Ton

3 Negara Eropa yang Pindahkan Emas dari AS, Ada yang Tarik 300 Ton

Global | sindonews | Jum'at, 4 September 2026 - 07:20
share

Sejumlah negara Eropa mulai menata ulang lokasi penyimpanan cadangan emas mereka dengan memindahkannya dari bank Amerika Serikat (AS). Langkah ini terlihat semakin menonjol di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap risiko penyimpanan aset strategis di luar negeri.

Terbaru, Belanda memindahkan sekitar 86 ton emas dari Amerika Serikat dan Kanada ke London. Bank Sentral Belanda menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan menghadapi krisis.

Baca Juga: Belanda Pindahkan 86 Ton Cadangan Emas ke London, Ada Apa?

Langkah Belanda mengikuti jejak Prancis, yang sebelumnya mengosongkan cadangan emasnya di New York. Jauh sebelumnya, Jerman juga telah memindahkan ratusan ton emas dari AS ke Frankfurt.

3 Negara Eropa yang Pindahkan Cadangan Emasnya dari AS

1. Prancis (Tarik 129 Ton Emas dari New York)

Prancis menjadi salah satu negara Eropa yang paling jauh mengurangi penyimpanan emasnya di Amerika Serikat.

Bank Sentral Prancis melakukan serangkaian transaksi antara Juli 2025 hingga Januari 2026 untuk menjual emas yang sebelumnya disimpan di brankas Federal Reserve atau Bank Sentral AS di New York.Jumlahnya dilaporkan mencapai sekitar 129 ton, berdasarkan data yang dikutip dalam laporan mengenai langkah tersebut.

Setelah transaksi itu, Prancis tidak lagi memiliki cadangan emas di Amerika Serikat. Emas yang dijual kemudian digantikan dengan pembelian emas dalam jumlah setara di Eropa.

Langkah Prancis menunjukkan perubahan strategi penyimpanan cadangan emas dari fasilitas di AS menuju lokasi di Eropa.

Namun, keputusan tersebut tidak secara resmi dikaitkan dengan hilangnya kepercayaan terhadap Amerika Serikat. Bank Sentral Prancis menyatakan langkah itu merupakan keputusan pengelolaan cadangan dan bukan tindakan politik.

2. Belanda (Pindahkan 86 Ton Emas dari AS dan Kanada)

Belanda menjadi negara Eropa terbaru yang mengurangi penyimpanan emasnya di AS dan Kanada.

De Nederlandsche Bank (DNB) mengumumkan pada 2 September 2026 bahwa sekitar 86 ton emas telah dipindahkan dari AS dan Kanada ke London dalam periode Maret hingga Agustus 2026.Sebelumnya, sekitar 31,3 cadangan emas Belanda berada di New York dan 19,7 di Ottawa.

Setelah relokasi, porsi emas di New York turun menjadi 18,5, sementara Kanada juga menjadi 18,5. Sebaliknya, porsi emas yang disimpan di London meningkat dari 18,1 menjadi 32,1.

Menariknya, tidak seluruh emas benar-benar diangkut secara fisik.

DNB mengatakan sekitar 59 ton emas dijual di New York, kemudian emas dalam jumlah setara dibeli di London. Selain itu, lebih dari 27 ton emas secara fisik dipindahkan dari AS dan Kanada ke fasilitas DNB di Zeist, Belanda, sebelum emas dengan standar pasar internasional dalam jumlah serupa dipindahkan ke London.

DNB menyebut langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi krisis, memperbaiki likuiditas dan kemudahan perdagangan emas, sekaligus menyebarkan risiko penyimpanan secara geografis.

“Dengan relokasi ini, kami telah meningkatkan kemudahan perdagangan cadangan emas kami,” kata Gubernur DNB Olaf Sleijpen, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (4/9/2026).DNB juga menilai emas yang disimpan di Bank of England di London lebih mudah diperdagangkan dan dapat lebih cepat digunakan apabila terjadi krisis.

DNB melaporkan memiliki 612,4 ton emas pada akhir 2025, dengan nilai sekitar 72 miliar euro (sekitar USD84 miliar).

3. Jerman (Tarik 300 Ton Emas dari AS)

Jerman sebenarnya melakukan langkah serupa jauh sebelum Prancis dan Belanda.

Pada 2017, Bundesbank menyelesaikan pemindahan sekitar 300 ton emas dari New York ke Frankfurt. Pemindahan tersebut merupakan bagian dari program repatriasi cadangan emas Jerman.

Namun, berbeda dengan Prancis, Jerman tidak menarik seluruh emasnya dari Amerika Serikat.

Jerman masih menyimpan sebagian besar cadangannya di beberapa lokasi. Data terbaru menunjukkan sekitar 37 cadangan emas Jerman masih berada di New York, sementara sekitar 51 berada di Frankfurt dan sisanya di London, sebagaimana dilaporkan Die Welt.Dengan total cadangan sekitar 3.350 ton, Jerman merupakan salah satu pemilik cadangan emas terbesar di dunia.

Bahkan ketika muncul seruan dari sejumlah ekonom Jerman agar cadangan emas yang masih berada di AS dipulangkan, Bundesbank tetap menyatakan emas di New York aman dan belum memiliki rencana untuk menariknya.

Mengapa Negara-negara Eropa Pindahkan Emas?

Pemindahan cadangan emas tersebut tidak otomatis berarti negara-negara Eropa tidak percaya kepada Amerika Serikat.

Dalam kasus Belanda, bank sentralnya secara terang-terangan menyebut faktor utamanya adalah kesiapan menghadapi krisis, peningkatan kemampuan perdagangan emas, serta diversifikasi lokasi penyimpanan.

London sendiri merupakan salah satu pusat perdagangan emas fisik terbesar di dunia. Karena itu, memindahkan emas dari New York ke London juga dapat meningkatkan kemampuan bank sentral untuk menjual atau menggunakan emas dengan cepat ketika dibutuhkan.

Fenomena tersebut juga berlangsung ketika bank-bank sentral dunia meningkatkan perhatian terhadap emas sebagai aset cadangan strategis di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Topik Menarik