Denada Blak-blakan soal Operasi Plastik Bokong, Recovery Lebih Berat dari Facelift
JAKARTA, iNews.id - Penyanyi Denada Tambunan blak-blakan mengungkap pengalaman menjalani operasi plastik Brazilian Butt Lift (BBL) di Turki. Dia mengaku proses pemulihan operasi bokong dan pinggul tersebut jauh lebih berat dibandingkan prosedur kecantikan yang pernah dijalaninya, termasuk facelift.
Denada bahkan harus menjalani masa pemulihan selama dua bulan dengan sejumlah pantangan. Dia tidak diperbolehkan duduk maupun tidur telentang serta wajib mengenakan korset sepanjang masa recovery.
Operasi BBL yang dijalaninya tersebut diketahui baru berusia sekitar dua pekan. Denada mengungkapkan prosedur itu dilakukan untuk mengembalikan proporsi tubuh setelah mengalami penurunan berat badan drastis dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini umurnya baru dua minggu, aku baru aja balik dari Turki. Aku habis melakukan prosedur operasi plastik, namanya BBL atau Brazilian Butt Lift, operasi untuk daerah bokong dan pinggul," ujar Denada saat ditemui awak media di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Denada menjelaskan, keputusannya menjalani operasi BBL bukan karena merasa insecure dengan penampilan. Dia ingin kembali mendapatkan proporsi tubuh yang menurutnya lebih harmonis setelah mengalami perubahan berat badan dan bertambahnya usia.
"Bukan insecure ya, tapi kepengin happy aja. Karena aku turun berat badan lumayan banyak dalam waktu berapa tahun terakhir ini, sehingga aku merasa sepertinya jadi kurang harmonis lagi bentuknya. Dan juga tentunya karena bertambahnya usia, banyak anggota tubuh kita yang pasti berubah, entah bentuknya, kekencangannya, dan lain sebagainya," katanya.
Dalam prosedur tersebut, dokter mengombinasikan implan silikon dengan transfer lemak tubuh. Denada mengungkapkan implan yang digunakan berukuran 350 cc, sementara lemak tubuh juga ditambahkan pada sejumlah bagian bokong dan pinggul.
"Implannya 350 cc, tapi juga dimasukin body fat juga. Jadi body fat di sebelah kanan kiri, lalu di belakang juga dikasih body fat, tapi di belakang ada implannya 350 cc," ujarnya.
Denada Akui Recovery BBL Paling Tidak Nyaman
Denada mengaku melakukan riset panjang sebelum memutuskan menjalani operasi BBL di Turki. Dia mempertimbangkan risiko medis prosedur tersebut serta pengalaman dokter yang menangani operasi.
"Ini sebenarnya aku risetnya lama banget, riset yang amat panjang sekali. Pertama, karena BBL ini adalah prosedur yang risikonya sangat amat tinggi. Dan kalau untuk daerah pinggul dan bokong, salah satu yang paling berpengalaman adalah Turki dan Dubai. Aku memutuskan di Turki dengan dr Furkan, karena aku punya beberapa teman yang sudah pernah melakukan prosedur yang sama dengan beliau, jadi aku udah pernah lihat hasilnya," katanya.
Meski pernah menjalani operasi hidung, pembesaran payudara hingga facelift, Denada menyebut BBL menjadi prosedur dengan pemulihan paling berat yang pernah dialaminya.
"Jujur ya, ini adalah prosedur operasi plastik yang paling tidak nyaman dibandingin hidung, dibandingin breast augmentation, dibandingin facelift. Karena recovery-nya panjang. Sampai sekarang selama dua bulan aku gak boleh tidur telentang, gak boleh duduk selama dua bulan, aku harus pakai korset terus. Tapi kalau dibilang nyesel, enggak, karena aku happy dengan hasilnya," ucapnya.
Kendati harus menghadapi masa pemulihan yang panjang dan tidak nyaman, Denada mengaku tidak menyesali keputusannya menjalani operasi BBL di Turki. Dia justru merasa bahagia dengan hasil prosedur tersebut.









