Mengapa Ada Orang yang Tidur dengan Mata Terbuka? Ini Penjelasannya
PERNAH terbangun dengan mata terasa kering, perih, atau seperti ada pasir yang mengganjal? Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda seseorang tidur dengan mata terbuka.
Dalam dunia medis, tidur dengan mata terbuka disebut nocturnal lagophthalmos. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidak dapat menutup kelopak mata sepenuhnya saat tidur.
Sekilas mungkin terdengar seperti kebiasaan yang tidak berbahaya. Namun, jika terjadi dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat membuat permukaan mata kekurangan pelumas alami dan meningkatkan risiko gangguan pada mata.
1. Gejala Tidur dengan Mata Terbuka
Dilansir dari Health Line, kelopak mata berfungsi melindungi permukaan mata dan membantu mempertahankan lapisan air mata. Saat tidur, mata yang tertutup membantu menjaga permukaan mata tetap lembap.
Jika kelopak mata tidak menutup sempurna, permukaan mata dapat menjadi kering dan mengalami iritasi. Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain mata merah, pandangan kabur, mata terasa terbakar atau perih, iritasi dan rasa gatal, mata terasa seperti berpasir atau tergesek, hingga sensitif terhadap cahaya.
Selain itu, mata yang tidak tertutup sepenuhnya saat tidur juga bisa membuat seseorang merasa ada sesuatu yang mengganjal di mata. Dampak terakhir adalah kualitas tidur terganggu.
Seseorang terkadang tidak menyadari dirinya tidur dengan mata terbuka. Kondisi ini justru dapat diketahui setelah orang lain memberitahukannya atau ketika muncul keluhan pada mata setelah bangun tidur.
2. Apa Penyebab Tidur dengan Mata Terbuka?
Nocturnal lagophthalmos umumnya berkaitan dengan gangguan pada saraf atau otot wajah yang berperan dalam menutup kelopak mata. Beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab atau faktor.
Salah satunya bell's palsy atau kelumpuhan saraf wajah. Kemudian, penyebab lainnya adalah cedera atau trauma pada wajah dan kepala, stroke, tumor atau operasi di sekitar saraf wajah, penyakit neuromuscular, kondisi autoimun tertentu, infeksi tertentu, kerusakan atau jaringan parut pada kelopak mata akibat cedera atau luka bakar, mata menonjol akibat penyakit mata terkait Graves, dan operasi pada kelopak mata.
Pada sebagian orang, penyebabnya tidak dapat diketahui secara jelas. Kondisi ini juga dapat terjadi dalam keluarga.
3. Mengapa Mata Bisa Rusak jika Terus Terbuka saat Tidur?
Air mata memiliki peran penting dalam menjaga permukaan mata tetap lembap sekaligus membantu membersihkan debu dan kotoran. Ketika mata tidak tertutup sempurna selama tidur, permukaan mata lebih mudah mengalami kekeringan.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan mata. Dalam kasus yang lebih serius, komplikasi yang mungkin terjadi meliputi infeksi mata, luka atau goresan pada permukaan mata, kerusakan kornea atau exposure keratopathy, ulkus kornea, dan gangguan penglihatan. Karena itu, keluhan mata yang terus-menerus kering atau iritasi sebaiknya tidak diabaikan.
4. Cara Mengatasi Tidur dengan Mata Terbuka
Penanganan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Tujuan utamanya adalah menjaga mata tetap lembap dan melindungi permukaan mata dari kerusakan.
Dokter dapat menyarankan beberapa langkah. Salah satunya penggunaan tetes mata atau air mata buatan, salep mata pada malam hari, humidifier untuk menjaga kelembapan udara, penutup atau pelindung mata saat tidur, atau pemberat kelopak mata yang dipasang secara eksternal untuk membantu kelopak tetap tertutup.
Penggunaan produk atau obat untuk mata sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan, terutama jika keluhan berlangsung terus-menerus. Pada kasus tertentu yang berat, terutama jika terjadi kelumpuhan saraf wajah, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi.
Salah satu pilihan yang tersedia adalah pemasangan implan pada kelopak mata bagian atas. Implan tersebut berfungsi sebagai pemberat sehingga membantu kelopak mata menutup ketika seseorang tidur. Tindakan ini biasanya dipertimbangkan apabila cara lain tidak cukup efektif untuk melindungi permukaan mata.









