Arya Wedakarna Balas Billy Syahputra, Singgung Turis Lokal Suka Nawar
Polemik Arya Wedakarna (AWK) dengan Billy Syahputra soal pelayanan wisatawan di Bali kembali memanas. Arya kini menyinggung etika turis lokal saat berlibur, termasuk kebiasaan memberi tip dan menawar harga.
Anggota DPD RI itu membantah anggapan dirinya lebih membela wisatawan asing dibandingkan wisatawan domestik. Menurut Arya, wisatawan asing yang melanggar aturan tetap akan ditindak, termasuk dipenjara atau dideportasi.
“Banyak bule nakal yang kita penjarakan kok. Banyak bule nakal yang kita kirim deportasi,” ujar Arya dalam video wawancara yang beredar.
Arya menjelaskan, wisatawan asing yang ia maksud adalah mereka yang datang ke Bali secara legal, memiliki visa sesuai ketentuan, serta turut memberikan kontribusi ekonomi melalui investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan.
Baca Juga : Ni Luh Djelantik Sindir Arya Wedakarna usai Polemik Billy Syahputra di BaliDi sisi lain, Arya meminta wisatawan lokal melakukan introspeksi terhadap perilaku mereka ketika menggunakan jasa pariwisata di Bali. Salah satu yang disorotnya adalah kebiasaan memberikan tip kepada pekerja restoran maupun hotel.
“Kalau kita datang ke tempat wisata itu ada yang namanya etika, untuk pertama itu mungkin kayak memberikan tips,” katanya.
Arya menilai wisatawan asing umumnya sudah terbiasa memberikan tip sebagai bentuk apresiasi atas pelayanan. Kebiasaan tersebut, menurutnya, bisa menjadi salah satu alasan pekerja pariwisata lebih antusias melayani turis asing.
Baca Juga : Disentil Arya Wedakarna, Billy Syahputra Balas dengan Sindiran Keras
“Nah, kalau bule-bule itu mereka sudah biasa memberikan tips. Mungkin itu penyebab secara psikologi orang-orang lokal di Bali ini mungkin lebih exciting untuk melayani bule,” ujarnya.Arya juga menyoroti kebiasaan wisatawan lokal ketika menawar harga. Ia menilai sebagian turis domestik terkadang terlalu keras dalam melakukan tawar-menawar dan memiliki banyak permintaan ketika menggunakan jasa pariwisata.
“Bahkan mereka jarang juga yang menawar harga mungkin terlalu, terlalu, terlalu, terlalu tega begitu dan kemudian juga banyak maunya seperti itu,” tuturnya.
Meski melontarkan kritik tersebut, Arya menegaskan tidak semua wisatawan lokal memiliki perilaku demikian. Ia juga membantah adanya sikap diskriminatif terhadap wisatawan berdasarkan asal negara.
“Tapi tidak semua,” katanya.
Arya menegaskan seluruh wisatawan yang datang ke Bali, baik domestik maupun mancanegara, tetap memiliki hak mendapatkan perlindungan.
“Saya tetap berprinsip semua turis yang datang ke Indonesia, ke Bali, harus dilindungi, harus dilindungi undang-undang dan tidak ada diskriminasi,” tegas Arya.









