Berapa Batas Aman Konsumsi Stevia Setiap Hari? Ini Cara Menghitungnya Berdasarkan Berat Badan
STEVIA menjadi salah satu pemanis alternatif yang banyak digunakan masyarakat sebagai pengganti gula pasir. Pemanis yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana ini dikenal memiliki rasa manis yang kuat sehingga dapat digunakan dalam jumlah relatif sedikit.
Stevia juga kerap menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi gula tambahan dalam makanan dan minuman sehari-hari. Meski demikian, penggunaan pemanis alternatif tetap perlu memperhatikan batas konsumsi harian.
Sebab, meskipun digunakan sebagai pengganti gula, stevia bukan berarti dapat dikonsumsi tanpa memperhatikan takaran. Menurut dr. Amadea Hasian, Sp.GK yang merupakan Dokter Spesialis Gizi Klinik dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone, konsumsi stevia dapat dihitung berdasarkan berat badan.
Salah satu acuan yang digunakan adalah 4 miligram per kilogram berat badan per hari. Lantas, berapa banyak stevia yang boleh dikonsumsi setiap hari dan bagaimana cara menghitungnya?
1. Batas Konsumsi Stevia Berdasarkan Berat Badan
Untuk memperkirakan batas konsumsi harian, jumlah stevia dapat dihitung dengan mengalikan berat badan dengan angka acuan 4 mg per kilogram berat badan.
Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 60 kilogram memiliki perhitungan sebagai berikut:
Berat badan: 60 kilogram.
Acuan konsumsi: 4 mg per kilogram berat badan.
Perhitungan: 60 × 4 mg.
Hasil: 240 mg per hari.
Dengan demikian, berdasarkan acuan tersebut, seseorang dengan berat badan 60 kilogram memiliki batas asupan harian sebesar 240 miligram. Namun, angka ini perlu dipahami dengan benar.
Batas asupan harian yang ditetapkan untuk glikosida steviol dihitung berdasarkan ekuivalen steviol. Penghitungan bukan berdasarkan berat seluruh produk stevia yang dijual dalam kemasan.
2. Mengapa Takaran Stevia Setiap Produk Bisa Berbeda?
Meskipun memiliki kandungan pemanis yang sama-sama berasal dari stevia, setiap produk yang dijual di pasaran bisa mempunyai komposisi dan konsentrasi berbeda. Ada produk yang menggunakan ekstrak glikosida steviol dengan tingkat kemurnian tertentu.
Ada pula produk yang mencampurkan stevia dengan bahan lain. Di antaranya, eritritol, maltodekstrin, atau bahan pengisi lainnya.
Perbedaan komposisi tersebut membuat jumlah produk yang perlu digunakan untuk menghasilkan rasa manis tertentu juga tidak selalu sama. Karena itu, angka 240 miligram tidak bisa langsung diterjemahkan menjadi 240 miligram bubuk stevia atau satu sendok takar produk tertentu.
Konsumen perlu memperhatikan kandungan bahan aktif dan informasi takaran saji yang tercantum pada label kemasan. Sebelum menggunakan pemanis stevia, masyarakat disarankan untuk lebih teliti membaca informasi pada kemasan. Dengan membaca label secara teliti, konsumen dapat memperkirakan jumlah pemanis yang dikonsumsi setiap hari.
“Sebenarnya kalau untuk stevia, itu sekitar 4 mg per berat badan per hari. Jadi kalau misalnya beratnya 60 jadi sekitar 240 mg,” jelas dr. Amadea.
“Nah terus 240 mg itu seberapa banyak misalkan ya kalau beratnya 60 mg? Nah balik lagi, kita makanya harus baca takaran sajinya karena 240 mg stevia atau produk kemasan itu tuh konsentrasinya berbeda-beda. Jadi kita harus emang jeli membaca,” tutupnya.









