Personel Angkatan Udara AS Hadapi 1.200 Kondisi Siaga selama Operasi Epic Fury
Personel Angkatan Udara Amerika Serikat yang mendukung Operasi Epic Fury di Timur Tengah menghadapi 1.200 kondisi "Alarm Merah" di tengah serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran. Mereka juga menyelesaikan 48 perbaikan landasan pacu, dan melakukan lebih dari 400 penyisiran untuk mendeteksi serta menangani bahan peledak yang belum meledak, menurut seorang pejabat senior militer pada hari Senin (14/9/2026), sebagaimana dilaporkan Anadolu.
“Operasi ini akan dipelajari terkait skala, presisi, dan kecepatannya,” ujar Jenderal Ken Wilsbach, Kepala Staf Angkatan Udara, dalam Konferensi Udara, Antariksa, dan Siber.
Ia mencatat selama lebih dari 38 hari misi tempur, Pasukan Gabungan menghantam lebih dari 13.000 target militer.
Armada yang terdiri dari 500 pesawat melaksanakan 10.000 sortie (penerbangan misi), mempertahankan tempo harian lebih dari 250 penerbangan, sementara personel menangani perbaikan darurat dan melakukan lebih dari 420 misi pembuangan bahan peledak di tengah situasi pertempuran, tambahnya.
Misi tempur tersebut berlangsung selama perang dengan Iran, yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap kepemimpinan dan infrastruktur Iran.Meskipun kampanye tersebut melemahkan posisi Iran, pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan Teluk dan Yordania terus-menerus menghadapi rentetan serangan rudal dan drone balasan yang sangat menguras persediaan rudal pencegat serta menyebabkan kerusakan operasional.
Operasi tempur ini merupakan bagian dari perang melawan Iran yang telah berlangsung selama enam bulan, yang telah menewaskan 18 anggota militer AS dan melukai 824 orang sejak Februari 2026.
AS secara resmi memisahkan Operasi Epic Fury dari permusuhan yang sedang berlangsung dengan Iran, sembari terus melancarkan serangan dan operasi maritim di bawah sebutan lain seperti Project Freedom dan Overseas Operations.
Untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang, Wilsbach mengumumkan pembentukan Sistem Senjata Pertahanan Titik (Point Defense Weapon System), yang mengintegrasikan platform kinetik dan senjata energi terarah (directed-energy) guna memperkuat keamanan pangkalan, serta pembentukan bidang karier khusus dalam pertahanan titik.
Baca juga: Iran Rilis Rencana Pertahanan Pasif untuk 3 Skenario, Termasuk Perang Skala Penuh










