AS Sebut Perang Iran akan Memasuki Fase yang Sangat Berbeda dalam Beberapa Bulan Lagi
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan perang dengan Iran akan memasuki "fase yang sangat berbeda dalam beberapa bulan ke depan". Dia menyebut tujuan Washington berikutnya adalah mencegah Teheran membangun kembali kemampuan militernya.
"Kita tidak bisa memprediksi masa depan, namun menurut saya presiden benar saat mengatakan bahwa situasi ini akan memasuki fase yang sangat berbeda dalam beberapa bulan ke depan," ujar Vance kepada New York Post dalam wawancara.
Vance menyatakan AS menganggap fase pertama konflik telah usai, dengan tujuan yang mencakup penghancuran program nuklir Iran, militer konvensional, serta kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuatan.
"Dan kemudian, fase kedua dari hal ini adalah memastikan mereka tidak dapat membangun kembali kekuatan tersebut, serta berupaya menjaga stabilitas global semaksimal mungkin setelahnya," ujarnya.
Vance juga menyebutkan Iran masih sesekali menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.Sementara itu, beberapa ledakan terdengar di Pulau Qeshm, Iran, yang terletak di Selat Hormuz, menurut sumber-sumber lokal yang dikutip IRNA, kantor berita resmi pemerintah Iran.
Suara-suara tersebut tampaknya berasal dari arah laut, ungkap IRNA, seraya menambahkan belum ada sumber resmi yang memberikan komentar mengenai asal-usul ledakan yang dilaporkan tersebut.
Baca juga: Serangan Iran Sebabkan Kerusakan Senilai Rp3,3 Triliun pada Fasilitas AS di Teluk










