Siapa David Rush? Agen CIA yang Simpan 303 Emas Batangan dan Uang Tunai Rp35 Miliar

Siapa David Rush? Agen CIA yang Simpan 303 Emas Batangan dan Uang Tunai Rp35 Miliar

Global | sindonews | Senin, 14 September 2026 - 01:10
share

Departemen Kehakiman mencapai kesepakatan awal terkait pengakuan bersalah dengan seorang mantan pejabat CIA David Rush yang kedapatan menyimpan 303 emas batangan senilai lebih dari USD40 juta atau Rp704 miliar di rumahnya pada bulan Mei.

Jaksa penuntut dan pengacara mantan pejabat CIA tersebut meminta pengadilan distrik federal di Virginia untuk memperpanjang tenggat waktu pengajuan surat dakwaan hingga 8 Oktober, dengan alasan bahwa "penyelesaian sebelum dakwaan mendukung kepentingan publik dengan menghemat sumber daya pemerintah dan peradilan."

"Para pihak telah mencapai kemajuan signifikan dan memiliki kesepakatan prinsip mengenai pengakuan bersalah yang akan menyelesaikan masalah ini sebelum adanya dakwaan," tulis mereka, seraya menambahkan bahwa "berdasarkan bukti yang diperoleh dalam kasus ini sejauh ini, para pihak menilai bahwa melanjutkan ke tahap dakwaan dan persidangan akan memerlukan proses litigasi yang signifikan terkait materi rahasia apa pun."

Dokumen pengadilan tersebut tidak menyebutkan dakwaan apa yang mungkin diakui oleh mantan pejabat tersebut, David Rush.Sebuah aduan pidana dari bulan Mei mendakwa Rush atas satu tuduhan pencurian uang negara terkait kecurangan dalam pencatatan jam kerja.

Siapa David Rush? Agen CIA yang Simpan 303 Emas Batangan dan Uang Tunai Rp35 Miliar

1. Ada Juga Uang Jutaan Dolar

Dalam aduan pidana tersebut, FBI menyatakan telah menemukan 303 batang emas, uang tunai senilai USD2 juta atau senilai Rp35 miliar, dan 35 jam tangan mewah—yang banyak di antaranya bermerek Rolex—saat melaksanakan surat perintah penggeledahan di rumah Rush di Virginia pada bulan Mei.

FBI juga menduga Rush memberikan informasi palsu mengenai pendidikan dan dinas militernya dalam formulir lamaran kerja pemerintah serta secara curang mengambil cuti militer setelah masa dinasnya berakhir. Aduan tersebut menyebutkan bahwa Rush mengklaim 744 jam cuti militer dalam catatan jam kerja resminya—dengan total kompensasi sekitar USD77.000—setelah ia diberhentikan secara hormat dari Angkatan Laut pada tahun 2015.

2. Tujuan Dana Itu Tidak Jelas

Menurut FBI, Rush diduga mengajukan beberapa permintaan kepada pemerintah untuk mendapatkan mata uang asing dalam jumlah besar dan emas batangan senilai puluhan juta dolar guna keperluan biaya terkait pekerjaan, yang kemudian ia terima. Aduan tersebut menambahkan bahwa pihak pemberi kerja Rush tidak dapat mengidentifikasi "tujuan penggunaan dana tersebut."

Pada bulan Juni, seorang hakim federal memerintahkan Rush untuk tetap ditahan menjelang persidangan, dengan pertimbangan bahwa ia memiliki risiko tinggi untuk melarikan diri. CBS News telah menghubungi pengacara Rush.

3. Terkait Bencana Besar atau Perang Nuklir

Dokumen pengadilan menyebutkan bahwa, mulai November lalu, Rush meminta dan menerima "sejumlah besar mata uang asing dan emas batangan senilai puluhan juta dolar untuk biaya terkait pekerjaan," namun rincian resmi mengenai hal ini masih minim.

Menurut laporan media, Rush mengarang cerita tentang operasi akses khusus bernama "kelangsungan pemerintahan" yang konon bertujuan untuk mempertahankan fungsi-fungsi federal selama perang nuklir atau bencana besar lainnya. 'Kejahatan terhadap kemanusiaan': Rahasia paling keji milik CIA mungkin akhirnya terungkap.

4. Anggaran Pentagon Juga Ikut Disorot

Kasus ini juga mendorong pihak berwenang untuk menyoroti Wakil Menteri Pertahanan AS Stephen Feinberg, seorang miliarder private equity yang kabarnya mengawasi anggaran intelijen militer Pentagon senilai USD33 miliar. Awal pekan ini, NBC News melaporkan bahwa Feinberg telah merekomendasikan Rush untuk tugas-tugas sensitif dan memuji kinerjanya di hadapan para pejabat senior CIA. Media tersebut juga menyebutkan adanya rekaman yang memperlihatkan kedua pria itu berada di sebuah kediaman yang berafiliasi dengan pemerintah yang digunakan oleh Rush.

Feinberg tidak dituduh melakukan pelanggaran apa pun, dan pihak Pentagon membantah bahwa ia mendukung Rush untuk posisi tertentu, seraya menyebut laporan mengenai adanya hubungan profesional yang erat sebagai hal yang "tidak benar dan dilebih-lebihkan."

Topik Menarik