Eks Pejabat CIA Simpan 303 Emas Batangan, Dalihnya untuk Operasi Rahasia Perang Nuklir
Seorang mantan pejabat Badan Intelijen Pusat (CIA) yang memalsukan sebuah operasi rahasia untuk mencuri emas-emas batangan milik pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan dengan Departemen Kehakiman untuk membuat pengakuan bersalah. Dia awalnya berdalih emas-emas tersebut sebagai "biaya terkait pekerjaan".
David Rush, mantan pejabat senior CIA yang memiliki izin akses informasi top secret, ditangkap pada Mei setelah penyelidikan internal menemukan bahwa dia berbohong mengenai latar belakang pendidikannya dan riwayat dinasnya di Angkatan Laut AS.
Baca Juga: FBI Gerebek Rumah Eks Pejabat CIA, Sita 303 Emas Batangan, 35 Arloji Mewah, dan Banyak Uang Tunai
Penggeledahan di rumah Rush di Virginia menemukan 303 emas batangan, masing-masing seberat 1 kilogram, uang tunai sekitar USD2 juta, serta 35 jam tangan mewah.
Sejauh ini, Rush secara resmi baru didakwa melakukan pencurian dana publik karena memalsukan catatan pembayaran untuk mendapatkan sekitar USD77.000 sebagai kompensasi cuti militer.Menurut laporan NBC News, Minggu (13/9/2026), kasus tersebut belum diajukan ke grand jury federal untuk menentukan dakwaan lebih lanjut.
Mencari Kesepakatan Pengakuan Bersalah
Dalam permohonan bersama yang diajukan pada Jumat waktu AS, Rush dan jaksa federal mengatakan mereka telah mencapai "kesepakatan pengakuan bersalah secara prinsip” dan meminta pengadilan memperpanjang batas waktu pengajuan dakwaan dari 17 September menjadi 8 Oktober.Perpanjangan tersebut akan memberikan tambahan waktu 21 hari bagi kedua pihak untuk menyelesaikan perkara.“Para pihak membutuhkan waktu tambahan untuk menyiapkan dokumen,” tulis Asisten Jaksa AS Raizza Ty dan pengacara Rush, Jessica Carmichael, dalam dokumen pengadilan.
Mereka menyatakan penyelesaian perkara sebelum dakwaan resmi diajukan akan menjadi kepentingan publik karena dapat menghemat sumber daya pemerintah dan pengadilan.
Dokumen tersebut tidak mengungkap dakwaan apa yang akan diakui Rush maupun rekomendasi hukuman yang mungkin diberikan.
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
Kedua pihak mengatakan bahwa jika kasus dilanjutkan melalui dakwaan dan persidangan, perkara tersebut akan membutuhkan proses hukum panjang yang melibatkan materi rahasia.Kesepakatan pengakuan bersalah berpotensi menghindarkan Rush dari persidangan terbuka dan membuat sejumlah detail penting kasus tersebut tetap tidak diketahui publik.
Mengarang Operasi Rahasia Perang Nuklir
Dokumen pengadilan menyebut bahwa sejak November tahun lalu, Rush meminta dan menerima “sejumlah besar mata uang asing dan emas batangan senilai puluhan juta dolar untuk biaya terkait pekerjaan.”Namun, detail resmi mengenai penggunaan dana tersebut masih sangat terbatas.
Menurut sejumlah laporan media, Rush diduga mengarang sebuah operasi dengan akses khusus yang disebut “continuity of government”, yakni skema yang diklaim bertujuan menjaga keberlangsungan fungsi pemerintahan federal jika terjadi perang nuklir atau bencana besar lainnya.
Dalam skenario tersebut, pemerintah AS memiliki prosedur untuk memastikan fungsi-fungsi penting negara tetap berjalan meskipun pusat pemerintahan mengalami gangguan atau kehancuran.Namun penyidik menduga operasi tersebut tidak pernah ada dan digunakan Rush sebagai alasan untuk memperoleh uang tunai, mata uang asing serta emas yang kemudian diduga dikuasainya secara ilegal.
Nama Wakil Menteri Pertahanan Ikut Terseret
Kasus tersebut juga menarik perhatian terhadap Stephen Feinberg, Wakil Menteri Pertahanan AS sekaligus miliarder bidang private equity.Feinberg dilaporkan mengawasi anggaran intelijen militer Pentagon senilai sekitar USD33 miliar.
Awal pekan ini, NBC News melaporkan bahwa Feinberg pernah merekomendasikan Rush untuk sejumlah penugasan sensitif dan memuji kinerjanya kepada pejabat senior CIA.
Media tersebut juga melaporkan adanya rekaman yang memperlihatkan Feinberg dan Rush berada di sebuah kediaman yang terafiliasi dengan pemerintah dan digunakan oleh Rush.
Namun, Feinberg tidak dituduh melakukan pelanggaran hukum apa pun.
Pentagon juga membantah bahwa Feinberg pernah merekomendasikan Rush untuk posisi tertentu. Pentagon menyebut laporan mengenai hubungan profesional yang dekat antara keduanya sebagai “tidak benar dan dilebih-lebihkan.”










