Houthi Serang Jazan Arab Saudi, Masjid dan Beberapa Bangunan Rusak

Houthi Serang Jazan Arab Saudi, Masjid dan Beberapa Bangunan Rusak

Global | sindonews | Minggu, 13 September 2026 - 09:39
share

Badan Pertahanan Sipil Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa dua orang terluka serta sebuah masjid dan beberapa bangunan rusak setelah proyektil yang ditembakkan oleh kelompok pemberontak Houthi Yaman menghantam wilayah Jazan di bagian selatan kerajaan. Serangan ini terjadi pada hari Sabtu.

Beberapa kendaraan juga rusak akibat proyektil yang jatuh di kegubernuran al-Tuwal, Jazan.

Baca Juga: Mengapa 'NATO Islam' Tak Menolong Arab Saudi dari Serangan Houthi Yaman

Badan Pertahanan Sipil, seperti dikutip dari SPA, Minggu (13/9/2026), menyatakan: "Penargetan objek sipil merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional." Badan itu menambahkan bahwa prosedur darurat yang telah ditetapkan telah dilaksanakan.

Kelompok Houthi mengeklaim serangan mereka menyasar pangkalan militer Saudi di Sharurah, di provinsi Najran bagian selatan.

Badan Pertahanan Sipil kemudian menyatakan bahwa situasi bahaya telah berlalu di kegubernuran Khamis Mushait setelah peringatan sempat dikeluarkan bagi penduduk setempat.Kelompok Houthi yang didukung Iran telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke wilayah selatan Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Pada hari Selasa, kelompok tersebut menyerang fasilitas sipil dan ekonomi di kota-kota Arab Saudi, yakni Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran, yang mengakibatkan 73 orang terluka, termasuk perempuan dan anak-anak.

Serangan terhadap kerajaan tersebut merupakan bagian dari eskalasi cepat dalam konflik berkepanjangan di Yaman, yang kembali memanas pada bulan Juli setelah sekitar empat tahun relatif tenang di bawah gencatan senjata yang ditengahi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para milisi Houthi telah menguasai seluruh pesisir Laut Merah Yaman dan merebut kota pelabuhan strategis Mocha, sementara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi membuka front pertempuran baru di al-Jawf, Marib, dan al-Bayda.

Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan pejabat setempat, lebih dari 500 orang tewas dan puluhan ribu lainnya mengungsi akibat pertempuran tersebut.

Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat mengenai krisis ini pada bulan ini, di mana Utusan Khusus Hans Grundberg memperingatkan bahwa Yaman sedang menghadapi "fase perang yang baru dan lebih berbahaya".

Topik Menarik