Houthi Rebut Kota Strategis al-Makha, Pukulan Telak bagi Pasukan Yaman yang Didukung Arab Saudi
Kelompok Houthi telah meraih kemenangan mengejutkan atas pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional di sebelah barat Taiz. Pertempuran telah berlangsung selama sembilan hari terakhir.
Houthi berupaya bergerak ke arah barat Taiz karena tujuan utama—atau sasaran terbesar—mereka adalah merebut kota al-Makha (Mocha) serta garis pantai Laut Merah.
Hal ini memberikan keuntungan penuh bagi Houthi untuk mencegah kapal melintasi Bab al-Mandeb dan, yang lebih penting lagi, kemampuan memutus tiga jalur pasokan utama bagi pemerintah Yaman yang didukung koalisi Arab Saudi di wilayah selatan negara tersebut.
Jalur-jalur tersebut kini telah resmi dikuasai Houthi. Hanya tinggal menunggu waktu sebelum Houthi secara resmi mengumumkan penguasaan penuh mereka atas kota al-Makha.
Al Jazeera berbicara dengan sumber-sumber di lapangan yang secara terus terang menyatakan kota tersebut telah direbut dan pasukan pemerintah telah menarik seluruh divisi militer mereka dari al-Makha. Saat ini, situasi tersebut tampak sebagai kemenangan telak bagi Houthi di wilayah barat Taiz.
Pemerintah Yaman yang diakui PBB dan kelompok Houthi saling melancarkan serangan menggunakan rudal, pesawat nirawak (drone), dan senjata lainnya dalam pertempuran sengit di berbagai front di wilayah utara, barat, dan tengah negara itu.
Menurut badan-badan bantuan, setidaknya 194 orang tewas dan 880 orang terluka akibat pertempuran selama dua minggu terakhir di beberapa bagian Taiz, wilayah pesisir barat, al-Jawf, Marib, dan Dhalea.
Kelompok Houthi yang didukung Iran—yang juga dikenal sebagai Ansar Allah (Pendukung Allah)—telah meningkatkan serangan terhadap distrik pesisir al-Makha (Mocha) di pantai barat demi mendapatkan pijakan di Laut Merah, yang merupakan jalur pelayaran vital.
Sementara itu, pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi berjuang untuk memperluas wilayah kekuasaan di Taiz dan memperkuat kendali mereka atas Marib, wilayah penghasil minyak di utara.
Baca juga: Penthouse Milik Mojtaba di London Berlokasi Beberapa Meter dari Kedubes Israel










