Balas Serangan AS, Iran Serang 10 Kapal di Dekat Selat Hormuz
Iran mengumumkan bahwa pasukannya telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz setelah Amerika Serikat (AS) menenggelamkan lima kapal tanker Iran. Aksi saling serang yang semakin meningkat ini mendorong harga minyak menembus USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli.
Serangan-serangan tersebut menjadi eskalasi paling tajam dalam beberapa pekan terakhir, ketika kedua pihak berjuang untuk memecahkan kebuntuan dalam perang yang telah berlangsung selama enam bulan.
Baca Juga: AS Hancurkan 5 Kapal Tanker Iran, IRGC Gempur Pasukan Amerika di Yordania
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
Pertempuran dalam beberapa pekan terakhir sebagian besar berkisar pada siapa yang mengendalikan Selat Hormuz, ketika Iran berupaya menutup jalur perairan tersebut dan Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Selat tersebut merupakan jalur penting bagi pasokan energi dunia. Sebelum perang AS-Iran berlangsung, hingga 20 persen minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut. Kenaikan harga minyak, yang telah menembus angka psikologis USD100 per barel, kemungkinan akan meningkatkan inflasi dan harga barang.Harga saham di Wall Street turun, sementara kenaikan harga bahan bakar dan pangan di Amerika Serikat akan semakin membuat frustrasi pemerintahan Trump. Pemerintah menghadapi pemilu paruh waktu dengan perang yang tidak populer serta krisis biaya hidup.Di antara kapal yang diserang Iran terdapat dua kapal AS dan delapan kapal tanker minyak, demikian disampaikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu.
IRGC mengatakan 10 kapal tersebut “tidak patuh” atau “noncompliant”—kemungkinan merujuk pada kapal-kapal yang berusaha melintasi jalur perairan tersebut tanpa izin Iran. Sedikitnya satu pelaut tewas dan satu lainnya dilaporkan hilang.
Amerika Serikat membantah bahwa kapalnya terkena serangan. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan melalui media sosial bahwa seluruh “upaya serangan telah gagal”.
Sebuah kapal tanker di perairan Irak yang membawa 2 juta barel bahan bakar minyak juga diserang sebuah drone, menurut pejabat Irak. Tidak ada laporan mengenai korban di antara awak kapal, dan pemerintah Irak mengatakan tidak ada laporan kebocoran minyak.
Nasib Pria Kosovo: Jadi Mata-mata CIA hingga Menyusup ke al-Qaeda, tapi Kini Bakal Diusir AS
Iran mengatakan pihaknya juga menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan AS di Yordania. Sebanyak 18 rudal, menurut otoritas Yordania, berhasil dicegat, sementara dua lainnya jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni.Amerika Serikat sebelumnya mengatakan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran dalam serangan semalam dan merilis video yang memperlihatkan kapal-kapal tersebut terbakar. Militer AS mengatakan serangan itu merupakan respons terhadap Iran yang dua kali menargetkan kapal perang Angkatan Laut AS dalam dua hari sebelumnya.
Televisi pemerintah Iran melaporkan, "Serangan AS dilakukan setelah tindakan intelijen dan operasional yang kompleks saat fajar untuk merebut sebuah drone bawah laut milik AS di Selat Hormuz."
Amerika Serikat mengatakan drone yang direbut tersebut merupakan model lama yang “rusak” dan tidak membawa data sensitif.
Serangkaian serangan tersebut menandai eskalasi yang semakin intens antara kedua pihak. Washington mengumumkan kebijakan baru untuk menyerang kapal tanker Iran jika Iran menargetkan kapal-kapal perangnya.
“Iran terus berusaha menyerang kapal-kapal Angkatan Laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal tersebut, mereka akan kehilangan kapal tanker,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada wartawan, seperti dikutip The Guardian, Kamis (10/9/2026).Iran mengatakan pihaknya juga akan meningkatkan serangannya. Teheran menyatakan bahwa setiap dua atau tiga kapal tanker yang diserang akan dibalas dengan serangan terhadap 20 kapal.
IRGC juga mengatakan akan merilis peta wilayah baru yang jauh lebih luas di sekitar selat tersebut, yang dianggap Iran sebagai wilayah terlarang bagi kapal untuk melintas. Wilayah tersebut untuk pertama kalinya akan diperluas hingga sejauh kawasan Teluk di lepas pantai Chabahar.
Konflik tersebut juga semakin memiliki dimensi regional setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman saling melancarkan serangan dengan Arab Saudi.
Houthi melancarkan gelombang serangan terhadap empat kota di Arab Saudi pada Selasa, menyebabkan kebakaran besar di fasilitas-fasilitas minyak dan melukai 73 orang. Houthi mengatakan puluhan orang tewas dalam serangan udara Saudi, meskipun klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh Riyadh.
Pertempuran antara kedua pihak kembali berkobar setelah Houthi melancarkan serangan terhadap pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi di Yaman bagian selatan pada pekan lalu. Serangan tersebut bertujuan mencapai Laut Merah.
Kelompok tersebut berusaha memberlakukan blokade Laut Merah terhadap Arab Saudi, yang diumumkan pada Juli. Jika blokade itu benar-benar diberlakukan, langkah tersebut akan memutus jalur lain yang digunakan kerajaan untuk mengekspor minyaknya.










