Jelang 2027, UMKM Hadapi Tantangan Pesanan dan Biaya Logistik

Jelang 2027, UMKM Hadapi Tantangan Pesanan dan Biaya Logistik

Ekonomi | sindonews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:05
share

Kebutuhan pengiriman yang cepat dan fleksibel menjadi tantangan bagi pelaku UMKM di tengah perubahan permintaan pelanggan. Layanan pengiriman on-demand dapat menjadi solusi untuk menyesuaikan proses distribusi dengan kebutuhan usaha tanpa mengganggu aktivitas operasional harian.

Dengan fleksibilitas pengiriman sesuai kebutuhan, pelaku UMKM dapat mengelola pesanan secara lebih praktis dan menjaga kelancaran layanan kepada pelanggan. Solusi ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus merespons perubahan kebutuhan pasar dengan lebih adaptif.

Hasil survei Lalamove mengungkap perubahan kebutuhan dan tantangan operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia menjelang 2027. Survei terhadap lebih dari 300 responden yang terdiri dari pelaku UMKM pengguna dari platform pengiriman dan pengantaran on-demand ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi mulai berkembang, sementara kebutuhan pengiriman semakin beragam untuk mengimbangi dinamika permintaan pelanggan.

Baca Juga: Jumlah Perjalanan Tumbuh 3 Digit, Lalamove Ride Fokus ke Kawasan Perdagangan dan Transit Jakarta

Sebanyak 36,8 responden telah menggunakan AI untuk kebutuhan bisnis dan menjadikan operasional bisnis sedikit lebih cepat, sementara 29,6 lainnya belum menggunakan AI tetapi sedang mempertimbangkannya. Di antara fungsi bisnis yang memanfaatkan AI, pemasaran dan pembuatan konten menjadi salah satu area penggunaan utama (42,6), diikuti layanan pelanggan dan komunikasi (23,5). Pada saat yang sama, kebutuhan pengiriman juga semakin beragam. Sebanyak 60,7 responden menyatakan semakin membutuhkan pengiriman ke beberapa titik tujuan, sedangkan 43,3 membutuhkan pengiriman di luar jam operasional atau dengan waktu yang lebih fleksibel. Perubahan kebutuhan ini antara lain berkaitan dengan ekspektasi pelanggan terhadap layanan yang lebih cepat (36,3) serta peningkatan jumlah pesanan pelanggan (34,3).

Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso mengatakan, pelaku UMKM perlu semakin adaptif dalam menghadapi perubahan perilaku pelanggan dan dinamika operasional bisnis.

"Di tengah perkembangan pemanfaatan teknologi, fleksibilitas pengiriman menjadi salah satu aspek penting untuk membantu bisnis merespons kebutuhan pelanggan yang semakin beragam. Melalui layanan pengiriman on-demand, kami berkomitmen untuk memberikan akses terhadap solusi pengiriman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional, sehingga pelaku UMKM dapat mengelola pengiriman secara lebih fleksibel,” kata Andito.

Baca Juga: Lalamove Perkuat Peran Mitra Pengemudi sebagai Tulang Punggung UMKM IndonesiaSementara, di tengah perubahan kebutuhan operasional, 50,5 responden optimistis terhadap prospek bisnis Indonesia pada 2027, sementara 30,3 menyatakan sikap berhati-hati. Temuan ini menunjukkan bahwa optimisme bisnis berjalan beriringan dengan kebutuhan untuk mengelola operasional secara cermat.

Dari sisi biaya, 50,5 responden memperkirakan biaya transportasi dan logistik akan relatif tetap, sedangkan 37,6 memperkirakan biaya tersebut meningkat. Kondisi ini menjadikan fleksibilitas layanan dan efisiensi biaya sebagai pertimbangan penting bagi UMKM dalam menyesuaikan kebutuhan pengiriman dengan kapasitas operasional mereka.

Keragaman kebutuhan pengiriman juga tercermin dari jenis barang yang dikirim responden. Makanan dan minuman (F&B) menjadi kategori terbesar dengan persentase 42,4, disusul dokumen dan file kantor (25,9) serta pakaian dan barang fashion (23,2).

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, responden juga memanfaatkan layanan tambahan, yang paling sering digunakan yaitu biaya tol yang sudah termasuk tarif sehingga mempermudah dalam proses pembayaran, tambahan Lalabag (thermal bag) untuk menjaga keamanan barang dari guncangan dan cuaca dan extra helper yang mana permintaan bantuan fisik untuk mengangkut barang dalam jumlah besar sangat dibutuhkan.

Survei ini juga menunjukkan bahwa kebutuhan UMKM untuk berkembang tidak hanya berkaitan dengan pengiriman, juga dukungan untuk memperkuat bisnis. Sebanyak 21,9 responden menilai dukungan pemasaran dan promosi bermanfaat bagi pengembangan usaha, diikuti akses pembiayaan (20,4) dan peluang membangun jejaring bisnis (14,4).

Dalam mendukung kebutuhan operasional tersebut, platform ini menyediakan beragam pilihan kendaraan dan layanan pengiriman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu maupun bisnis. Melalui layanan pengiriman on-demand, pelaku UMKM dapat menyesuaikan pengiriman berdasarkan jenis barang, tujuan, dan kebutuhan operasional, termasuk ketika harus mengirimkan barang ke beberapa titik tujuan atau di luar jam operasional.

Fleksibilitas ini relevan bagi bisnis yang membutuhkan pengiriman ke beberapa titik tujuan maupun layanan di luar jam operasional. Dengan akses terhadap pilihan layanan yang beragam, pihaknya berupaya membantu pelaku UMKM memenuhi kebutuhan pengiriman tanpa harus selalu bergantung pada kapasitas armada tetap untuk setiap kondisi permintaan.

Topik Menarik