Valuasi Naik Tajam, Apa yang Membuat One Grand Eastlakes Menarik bagi Investor?

Valuasi Naik Tajam, Apa yang Membuat One Grand Eastlakes Menarik bagi Investor?

Ekonomi | sindonews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:32
share

Di tengah dinamika pasar properti global, investor tidak hanya mencari aset yang berpotensi mengalami kenaikan nilai (capital gain). Kemampuan sebuah properti menghasilkan pendapatan berulang (recurring income), mempertahankan penyewa, dan membuka peluang likuiditas juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kualitas investasi.

One Grand Eastlakes Shopping Centre—pusat belanja milik One Global Capital yang berlokasi di Sydney, Australia—menjadi bukti nyata potensi penciptaan nilai (value creation) melalui investasi properti yang strategis. Diakuisisi pada akhir 2024 senilai AU$19,5 juta, properti komersial ini mengalami kenaikan valuasi menjadi AU$33 juta pada akhir 2025, meningkat AU$13,5 juta atau sekitar 69 dari nilai akuisisi awal. Baca juga: Capai Valuasi USD1 Triliun, Perusahaan Asia Ini Berada di Antara Raksasa Teknologi AS

Tren positif ini berlanjut pada 2026, ketika penilaian independen CBRE mencatat nilai properti mencapai AU$38 juta, naik AU$5 juta atau sekitar 15 dibandingkan valuasi di akhir 2025. Secara keseluruhan, nilai One Grand Eastlakes Shopping Centretelah meningkat AU$18,5 juta atau sekitar 95 sejak diakuisisi. Perkembangan ini mencerminkan potensi apresiasi nilai aset yang signifikan, sekaligus menegaskan pentingnya strategi akuisisi yang tepat dalam mengoptimalkan nilai investasi properti secara berkelanjutan.

Valuasi aset ini telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan nilai akuisisi awal dalam waktu kurang dari dua tahun. Perkembangan tersebut menempatkan pengelolaan aset, kualitas penyewa, dan strategi investasi jangka menengah, sebagai aspek penting untuk dicermati dalam investasi properti komersial Australia.

Bagi Iwan Sunito, Chairman dan Group CEO One Global Capital, perkembangan One Grand Eastlakes—sebelumnya bernama One Global Gallery—berkaitan erat dengan strategi yang dirancang sejak awal akuisisi. Menurutnya, pencapaian ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi perusahaan dan para investor. ”Sejak awal, kami menyusun strategi dengan mempertimbangkan fundamental aset, potensi pendapatan, serta peluang peningkatan nilai dalam jangka waktu investasi yang direncanakan. Perkembangan valuasi ini menjadi salah satu indikator yang perlu dievaluasi bersama kinerja operasional dan kondisi pasar,” katanya, Selasa (27/10/2026).

Selain valuasi, kinerja operasional menjadi bagian penting dari rekam jejak One Grand Eastlakes Shopping Centre. Di mana tingkat okupansi pusat ritel ini telah mencapai 100, dengan supermarket ALDI dan Woolworths sebagai penyewa utama.Tak hanya itu, omzet bulanan Woolworths pun mengalami peningkatan dari sekitar AU$150.000 menjadi lebih dari AU$520.000 sejak awal pengambilalihan.

Mengenai potensi realisasi nilai aset tersebut, Rob Pignataro, Managing Agent dari Strathfield Partners—yang telah menerima mandat untuk memasarkan dan menjual pusat perbelanjaan ini—menyoroti keunikan One Grand Eastlakes di pasar properti ritel Sydney. “Sangat jarang sebuah pusat perbelanjaan dengan luas 3.300 m² seperti One Grand Eastlakes memiliki penyewa berkualitas tinggi (triple-A tenants) seperti Aldi, Australia Post, dan Woolworths. Dengan karakteristik dan kualitas penyewa tersebut, estimasi nilai pasar properti ini berada di kisaran AU$40 juta hingga AU$46 juta,” ujarnya.

Rencana divestasi ini merupakan bagian dari mandat investasi (investment mandate) yang telah ditetapkan sejak awal, yakni periode kepemilikan selama tiga tahun dengan tujuan merealisasikan nilai investasi dan mengembalikan modal kepada para investor (sell and return). Baca juga:One Global Capital Ajak Investor RI Investasi Properti di Asia Pasifik

One Grand Eastlakes Shopping Centre dirancang sebagai investasi dengan horizon kepemilikan hingga akhir 2027. Seiring dengan perkembangan valuasi aset dan prospek realisasi nilai yang semakin terbuka, One Global Capital kini mempertimbangkan sejumlah opsi strategis bersama para pemegang saham untuk menentukan langkah yang paling optimal bagi kepentingan investor.

Selain opsi penjualan, perusahaan juga membuka kemungkinan memperpanjang periode kepemilikan hingga satu tahun. Opsi ini dapat dipertimbangkan apabila para pemegang saham menilai bahwa tambahan waktu berpotensi memberikan ruang untuk mengoptimalkan nilai aset dan hasil investasi.

Topik Menarik