Qiscus Hadirkan Dua Layer AI Percepat Keputusan Layanan Pelanggan

Qiscus Hadirkan Dua Layer AI Percepat Keputusan Layanan Pelanggan

Ekonomi | sindonews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:09
share

Penyedia platform agentic customer engagement Asia Tenggara, Qiscus, meluncurkan dua lapisan teknologi kecerdasan buatan (AI) baru, yakni Operator dan Qiscus MCP, dalam forum tahunan Conversa 6.0 di Jakarta. Peluncuran yang dihadiri lebih dari 200 praktisi bisnis itu bertujuan melengkapi ekosistem Qiscus AI dalam mewujudkan Perfect CX, yaitu pengalaman pelanggan yang cepat, personal, dan proaktif.

"Selama ini, AI di layanan pelanggan sebagian besar bekerja di layer interaksi, membantu menjawab lebih cepat. Langkah berikutnya adalah membawanya ke layer operasional, tempat keputusan diambil, karena yang dibutuhkan bisnis hari ini bukan sekadar memberikan jawaban yang lebih cepat, tetapi menyediakan keputusan yang lebih cepat dan lebih tepat," kata CEO sekaligus Co-Founder Qiscus, Delta Purna Widyangga dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga:Era Asisten AI, Trading Makin Mudah tetapi Bukan Jaminan Untung

Delta menyatakan dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat memberikan perfect experience bagi seluruh pelanggan, bukan hanya pelanggan VIP. Ia menilai AI perlu tidak hanya berperan dalam interaksi, tetapi juga membantu pengambilan keputusan operasional secara lebih tepat.

Peluncuran dua layer AI tersebut berangkat dari tantangan layanan pelanggan yang semakin kompleks. Jumlah kanal komunikasi terus bertambah, setiap tim menggunakan dashboard tersendiri, dan data perusahaan tersebar di berbagai sistem sehingga menciptakan jeda antara sinyal dan keputusan yang oleh Qiscus disebut decision latency.

Menjawab tantangan itu, Qiscus mengusung tema "The Agentic Shift: Orchestrates AI Complexity" atau pergeseran agentic untuk mengorkestrasikan kompleksitas AI. Perusahaan memandang orkestrasi sebagai kunci agar tim, sistem, dan AI dapat bekerja sebagai satu kesatuan dalam layanan pelanggan.

Dalam ekosistem Qiscus AI, AgentLabs menyediakan respons cepat melalui kanal percakapan maupun telepon, sementara Agent Copilot membantu layanan menjadi lebih personal dan kini dapat berdialog dua arah dengan tim di inbox. Operator dirancang agar bisnis dapat bertindak secara proaktif, sedangkan Qiscus MCP menghubungkan ekosistem Qiscus dengan AI Agent yang telah digunakan perusahaan.

Melalui Operator, analis cukup mengajukan pertanyaan untuk memperoleh jawaban dan laporan, sementara tim operasional dapat langsung menjalankan tindak lanjut beserta otomasinya dari satu tempat. Setiap tindakan dapat ditelusuri, dibatalkan, dan diukur dampak bisnisnya, sejalan dengan komitmen Qiscus untuk respond faster, respond better, dan decide smarter.

Baca Juga:Pemerintah Bakal Mengganti Total UU HAM, Yusril: Menyesuaikan Tantangan Zaman dan AI

Dalam forum tersebut, sejumlah praktisi bisnis turut berbagi pengalaman menghadapi kompleksitas layanan pelanggan, termasuk Achmad Zaky dari Init 6, Andre Djokosoetono dari Bluebird Group, Susanto Benny dari Asuransi Astra, Inggita Sistha Widyawan dari Novo Indonesia, dan Norhaslina Othman dari KPJ Healthcare. Sebagai tindak lanjut, Qiscus juga membuka complimentary technical workshop bagi perusahaan yang ingin mulai mengorkestrasikan AI dalam operasionalnya.

Topik Menarik