MUTU dan Planet Carbon Jajaki Bisnis Biochar, Bidik Proyek Karbon di Indonesia

MUTU dan Planet Carbon Jajaki Bisnis Biochar, Bidik Proyek Karbon di Indonesia

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:20
share

IDXChannel - PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Planet Carbon untuk menjajaki peluang kerja sama di sektor biochar dan proyek karbon. Kerja sama ini sebagai langkah untuk memperluas bisnis berkelanjutan dan mendukung pengembangan ekonomi hijau di Indonesia.

Kedua perusahaan sepakat untuk menyasar peluang bisnis yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pengurangan emisi karbon dan solusi keberlanjutan. Biochar menjadi salah satu sektor potensial karena dapat menghubungkan pemanfaatan biomassa, pengurangan emisi, dan penciptaan nilai ekonomi melalui pengembangan proyek karbon.

Melalui MoU tersebut, MUTU dan Planet Carbon akan menjajaki kolaborasi dengan menggabungkan kompetensi, jaringan kemitraan, serta potensi pengembangan layanan di sektor karbon. Keduanya juga membuka peluang keterlibatan PT Teknologi Karbon untuk mendukung pengembangan proyek dan kegiatan komersial yang relevan.

Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Tbk, Arifin Lambaga mengatakan, pengembangan ekonomi hijau membuka peluang pertumbuhan bagi perusahaan yang mampu mengintegrasikan kompetensi teknis dengan kebutuhan industri dan pasar.

“Penandatanganan MoU ini merupakan langkah positif bagi MUTU dalam memperluas peluang bisnis di sektor ekonomi hijau dan keberlanjutan. Kami melihat bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon bukan hanya menjadi tantangan global, tetapi juga menghadirkan kesempatan bagi perusahaan untuk menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan kolaborasi strategis,” ujar Arifin dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).

Komisaris Utama MUTU, Sandiaga Uno menambahkan, salah satu peluang yang dibahas dalam penjajakan kerja sama adalah proyek biochar di Palembang dengan potensi volume sekitar 5.000 ton. Selain itu, terdapat peluang pengembangan proyek serupa di Berau, Kalimantan Timur.

Menurut dia, potensi tersebut masih akan dikaji untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis, peluang pasar, dan bentuk dukungan masing-masing pihak. Implementasi proyek akan bergantung pada hasil kajian dan kesepakatan lebih lanjut.

Dalam kolaborasi ini, MUTU berpotensi mendukung kebutuhan pengujian dan pemastian kualitas sesuai kompetensi serta ruang lingkup layanannya. Para pihak juga menjajaki evaluasi standar dan metodologi yang relevan, termasuk ISO, Puro.earth, dan Gold Standard, untuk memahami persyaratan teknis serta peluang layanan di pasar karbon.

Selain pasar domestik, peluang permintaan internasional, termasuk dari Jepang, turut menjadi perhatian. Penguatan jaringan mitra dan pemetaan kebutuhan pasar diharapkan membuka akses terhadap pengembangan proyek dan peluang kerja sama komersial.

Sandiaga mengatakan, penjajakan tersebut sejalan dengan strategi MUTU untuk menangkap peluang dari tren ekonomi hijau dan keberlanjutan. Kolaborasi ini juga diharapkan memperluas potensi layanan perseroan dalam mendukung industri yang semakin memperhatikan aspek lingkungan dan tata kelola.

“Melalui kolaborasi strategis, MUTU berharap dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan, mitra bisnis, dan para pemangku kepentingan,” kata Sandiaga.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik