Sido Muncul (SIDO) Catat Laba Bersih Rp619 Miliar hingga Kuartal III-2026

Sido Muncul (SIDO) Catat Laba Bersih Rp619 Miliar hingga Kuartal III-2026

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:20
share

IDXChannel - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatat pemulihan kinerja di kuartal III-2026 dengan meraup laba bersih sebesar Rp619 miliar. Kendati demikian, laba secara akumulatif sejak awal tahun itu masih terkoreksi 24 persen dari sebelumnya Rp818 miliar.

Dalam laporan keuangan yang disampaikan Selasa (27/10/2026), SIDO membukukan penurunan penjualan sebesar 8,4 persen menjadi Rp2,5 triliun. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh segmen jamu herbal dan suplemen yang anjlok 26 persen menjadi Rp1,2 triliun. 

Sementara itu, beban pokok pendapatan naik tipis 1 persen menajdi Rp1,2 triliun, sehingga laba kotor tergerus 16 persen menjadi Rp1,3 triliun.  Laba usaha juga turun 23 persen menjadi Rp788 miliar imbas kenaikan beban operasional di tengah tekanan penjualan.

Meski begitu, arus kas produsen Tolak Angin itu tetap kuat dengan kas neto dari aktivitas operasi naik menjadi Rp913,8 miliar. Belanja modal juga relatif rendah di level Rp30 miliar, sehingga terdapat penambahan kas Rp435,6 miliar dalam sembilan bulan pertama. Angka tersebut sudah termasuk pembayaran dividen sebesar Rp441 miliar.

Posisi keuangan SIDO tetap solid dengan kas dan setara kas senilai Rp883 miliar. Piutang usaha juga turun 25 persen menjadi Rp351,5 miliar. Selain itu, SIDO juga tetap mempertahankan kebijakan tanpa utang berbunga.

Stockbit Sekuritas menilai, kinerja keuangan SIDO sepanjang Januari-September 2026 sesuai ekspektasi, setara 66 persen dari estimasi laba tahun penuh 2026.

Pendapatan dan laba bersih SIDO pada kuartal III mulai pulih, sejalan dengan pernyataan manajemen terkait penjualan ke distributor yang sudah normal sejak Juli 2026, menyusul selesainya destocking.

Pada awal Agustus 2026, SIDO merevisi panduan kinerja tahun penuh di mana pada akhir 2026 pendapatan perseroan diproyeksikan turun 10 persen. Langkah ini berdasarkan asumsi keputusan perseroan menahan pengiriman produk ke distributor selama normalisasi persediaan yang menyebabkan tekanan pada semester I-2026.

Dengan kata lain, penurunan kinerja SIDO tak mencerminkan melemahnya permintaan, namun lebih kepada keputusan untuk menahan pengiriman produk akibat menumpuknya stok di level distributor.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik