4 Alasan AS Tak Akan Terlibat Langsung dalam Perang Saudi dan Houthi

4 Alasan AS Tak Akan Terlibat Langsung dalam Perang Saudi dan Houthi

Global | sindonews | Selasa, 15 September 2026 - 09:30
share

Amerika Serikat kemungkinan besar tidak akan terlibat secara langsung dalam perang di Yaman dalam waktu dekat. Demikian disampaikan William Lawrence, seorang profesor di American University sekaligus mantan diplomat senior AS, kepada Al Jazeera.

4 Alasan AS Tak Akan Terlibat Langsung dalam Perang Saudi dan Houthi

1. Hanya Bantu Penyediaan Informasi Intelijen

Namun, Lawrence mengatakan bahwa pertempuran tersebut "belum tentu mempercepat tercapainya perdamaian".

"Malah, hal itu kemungkinan justru memperlambat prosesnya," ujarnya.

Lawrence menegaskan bahwa peran Amerika dalam konflik ini adalah menyediakan intelijen, pengawasan, bantuan pengambilan keputusan, dan pelatihan penggunaan senjata bagi Arab Saudi.

2. Tak Ingin Eskalasi Perang yang Lebih Besar

Peran dukungan ini serupa dengan dukungan Iran terhadap kelompok Houthi, katanya, namun kecil kemungkinannya akan melibatkan keterlibatan militer secara langsung. Alasannya dianggap masuk akal, yakni karena keterlibatan langsung pihak Amerika dapat memicu eskalasi konflik serta berpotensi memperpanjang, bukannya mempersingkat, durasi konflik tersebut.

Meskipun para pejuang Houthi telah merebut wilayah Yaman yang dekat dengan Selat Bab al-Mandeb—sebuah jalur pelayaran vital—kelompok tersebut menghadapi sejumlah kendala, ungkapnya."Salah satunya adalah masalah jalur pasokan. Mereka kesulitan menyalurkan makanan, air, dan amunisi ke garis depan, bahkan mereka tidak benar-benar mampu mempertahankan wilayah terdepan yang baru saja mereka kuasai," jelasnya.

"Ini adalah aspek domestik Yaman dalam konflik tersebut, di mana pihak Houthi ingin merebut seluruh wilayah Yaman secepat mungkin dan menuntut ganti rugi dari Arab Saudi—sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima oleh Arab Saudi."

3. Fokus ke Iran dan Selat Hormuz

Hisham Al-Omeisy, penasihat senior urusan Yaman di European Institute of Peace, menyatakan bahwa menurutnya AS tidak akan "tertarik untuk terlibat dalam konflik lain" di kawasan tersebut "di saat mereka harus berurusan dengan Iran dan masalah Selat Hormuz".

"Itulah salah satu alasan mengapa mereka menyerahkan penanganannya kepada pihak Saudi," ujarnya kepada Al Jazeera.

4. Tahu Kalau Sulit Mengalahkan Houthi

Al-Omeisy juga menyinggung serangan AS di Yaman pada bulan April tahun lalu yang menewaskan 153 warga sipil, berdasarkan tinjauan Pentagon. "Mereka berhasil melemahkan sebagian kemampuan [Houthi], namun gagal mengalahkan mereka. Hal itu justru meningkatkan jumlah pendukung Houthi di dalam negeri," ujarnya.

Pakar tersebut juga membahas niat Houthi, dengan menyatakan bahwa "mereka ingin mengonsolidasikan kendali di dalam negeri".

"Mereka menginginkan kendali lebih luas atas wilayah yang menghadap Laut Merah," namun mereka juga memiliki ambisi regional, katanya seraya menambahkan, "Mereka menginginkan posisi tawar yang kuat."

Topik Menarik