Tak Hanya Minyak, AS Ingin Kuasai Emas dan Barang Tambang Venezuela
Amerika Serikat sedang berupaya memperluas aksesnya terhadap sumber daya mineral Venezuela, termasuk emas. Kabar itu dilaporkan Reuters pada hari Selasa (8/9/2026) dengan mengutip sumber-sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Selain upayanya untuk mendapatkan porsi lebih besar dalam sektor bahan bakar fosil negara itu, Washington kini berusaha memperluas akses ke sektor pertambangan Venezuela demi menguasai mineral yang dianggap "vital" bagi keamanan nasionalnya, menurut laporan tersebut.
Penandatanganan perintah eksekutif yang berfokus pada mineral kritis merupakan salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintahan Trump.
Namun, laporan itu mencatat dokumen tersebut masih dalam tahap rancangan dan dapat mengalami perubahan.
Para pejabat pemerintah juga telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan industri pertambangan untuk mengetahui minat mereka dalam berinvestasi atau berpartisipasi dalam eksploitasi mineral Venezuela, tambah laporan itu.Kegiatan ekstraksi sumber daya di wilayah selatan Venezuela yang kaya mineral menghadapi tantangan besar akibat keberadaan kelompok bersenjata seperti Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). Hambatan lainnya mencakup data geologi yang sudah usang.
Pada akhir Agustus, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela, di mana pihak AS mendapatkan akses untuk mengembangkan 17 ladang minyak dengan cadangan sekitar 65 miliar barel.
Setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada bulan Januari, AS menerapkan kendali ketat atas industri minyak negara yang kaya sumber daya tersebut.
Langkah ini bertujuan mengalihkan arus energi dari Venezuela dan melibatkan perusahaan-perusahaan AS dalam pengembangan cadangan minyaknya guna membatasi pengaruh pihak-pihak pesaing.
Baca juga: Harga Minyak Naik Tajam setelah Fasilitas Saudi Aramco Diserang Houthi










