Iran Klaim Serang Kapal Nirawak Angkatan Laut AS, CENTCOM: Kebohongan Total!

Iran Klaim Serang Kapal Nirawak Angkatan Laut AS, CENTCOM: Kebohongan Total!

Global | sindonews | Senin, 7 September 2026 - 11:35
share

Iran mengeklaim pasukannya telah menyerang kapal nirawak Angkata Laut Amerika Serikat (AS) saat mencoba memasuki wilayah yang disebut Teheran sebagai "zona terlarang" di Selat Hormuz pada hari Minggu (6/9/2026). Namun, militer AS membantah klaim Teheran tersebut.

Dalam sebuah pernyataan di televisi pemerintah Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal permukaan nirawak militer Amerika di lepas pantai selatan Iran. "Amerika Serikat sebagai pihak agresor harus memahami bahwa mereka tidak punya pilihan selain meninggalkan kawasan ini dan menghentikan tindakan provokatifnya," bunyi pernyataan IRGC.

Baca Juga: Perang Makin Sengit, Iran Serang Kapal Nirawak Angkatan Laut AS

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengoordinasikan operasi militer AS di Timur Tengah, menyebut klaim Iran tersebut sebagai "kebohongan total".

CENTCOM mengumumkan bahwa militer AS telah mengalihkan jalur 92 kapal komersial, melumpuhkan tiga kapal, dan menaiki dua kapal lainnya untuk memastikan kepatuhan ketat terhadap blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengumumkan pada hari Minggu bahwa 59 kapal telah melintasi selat tersebut dalam 48 jam terakhir.Perang kata-kata antara AS dan Iran pada hari Minggu ini terjadi setelah IRGC pada hari Sabtu mengeklaim telah menyerang tiga kapal tanker minyak dan tiga kapal yang terkait dengan AS di selat tersebut.

Militer AS tidak mengonfirmasi klaim Iran tersebut. Klaim Iran tersebut muncul setelah pengumuman CENTCOM pada hari Sabtu bahwa pasukannya telah menyerang tiga kapal tanker minyak Iran sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh IRGC terhadap kapal induk dan kapal perang Angkatan Laut AS.

Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengumumkan serangan AS terhadap kapal-kapal tanker Iran tersebut sembari memperingatkan Teheran, dengan mengatakan, "Biarlah pesan kepada IRGC ini jelas: Jika kalian menembaki dua kapal kami, kami akan membebankan biaya ekonomi yang jauh lebih tinggi—dengan melumpuhkan tiga kapal kalian. Kami tidak akan ragu untuk membela pasukan Amerika, dan jika perlu, menghancurkan armada minyak Iran yang jumlahnya terbatas dan rentan."

"Menyusul serangan Iran yang gagal, CENTCOM melumpuhkan secara permanen kapal pengangkut minyak mentah milik IRGC, M/T Downy, di lepas pantai Pulau Kharg dan M/T Stark 1 di dekat Jask," imbuh Cooper.

"Pasukan Amerika juga menghancurkan sepenuhnya kapal pengangkut minyak mentah M/T Kylo (yang juga dikenal sebagai 'Noxen') yang sedang tidak bermuatan di Teluk Oman, dengan menghantam kapal tersebut di beberapa titik vital hingga tidak dapat beroperasi lagi setelah awak kapal diperintahkan untuk meninggalkan kapal," paparnya."Sebuah kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali AS berhasil menghindari berbagai serangan Iran yang tidak diprovokasi. Tidak ada personel Amerika yang terluka," sambung Cooper.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan kepada media Iran pada hari Minggu, "48 jam yang lalu, kami menguji rudal anti-kapal Iran untuk pertama kalinya di atas kapal Angkatan Laut AS. Rudal khusus ini berubah menjadi mimpi buruk bagi pihak Amerika, memaksa mereka untuk melarikan diri."

Penggunaan rudal balistik anti-kapal oleh Iran terhadap kapal Angkatan Laut AS untuk pertama kalinya menandai eskalasi signifikan dalam tindakan militer Iran dan titik balik dalam doktrin militernya terhadap AS.

Sementara itu, saat CENTCOM membagikan rekaman video di media sosial yang memperlihatkan serangan terhadap kapal-kapal tanker Iran tersebut, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada hari Minggu menuduh AS menggunakan video palsu hasil kecerdasan buatan (AI), dengan mengatakan, "Para pemimpin negara itu berada dalam kondisi putus asa, sehingga beralih pada kata-kata kosong, slogan, dan kecerdasan buatan untuk menghasilkan foto dan video dari medan pertempuran."

Ghalibaf memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan mendapat balasan yang lebih cepat, lebih berat, dan lebih menyakitkan."Operasi kami baru-baru ini terhadap pangkalan pihak agresor hanyalah permulaan. Jika mereka belum menyadarinya, mereka harus paham sebelum terlambat bahwa aturan main telah berubah," ujar ketua parlemen Iran tersebut.

Konflik kembali memanas pada hari Minggu lalu setelah pasukan AS menargetkan peluncur roket dan instalasi militer Iran lainnya di sepanjang pesisir selatan Iran.

IRGC kemudian mengonfirmasi bahwa serangan tersebut telah menghantam sejumlah lokasi, lalu melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

Topik Menarik