Mengapa Pasukan Khusus Navy SEAL AS Turun ke Selat Hormuz? Misi 4 Bulan Berburu Ranjau Iran

Mengapa Pasukan Khusus Navy SEAL AS Turun ke Selat Hormuz? Misi 4 Bulan Berburu Ranjau Iran

Global | sindonews | Senin, 7 September 2026 - 14:28
share

Pasukan khusus Navy SEAL Amerika Serikat (AS) telah menjalankan misi rahasia selama empat bulan untuk membersihkan ranjau-ranjau Iran di Selat Hormuz. Mereka menggunakan penyelam, kapal robotik, dan sistem bawah air khusus dalam operasi berisiko tinggi untuk membuka kembali jalur perairan vital tersebut.

Misi rahasia itu diungkap Financial Times, Senin (7/9/2026). Operasi itu sebagian besar dilakukan di bawah kegelapan di tengah aksi saling serang antara AS dan Iran.

Baca Juga: AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara

Ranjau-ranjau yang dipasang Iran telah membuat kapal-kapal komersial enggan melintas sejak perang pecah di Timur Tengah, yang oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.

Iran mengeklaim telah memasang ranjau di perairan internasional dan perairan Oman. Organisasi Maritim Internasional (IMO) memperkirakan pada Juni bahwa sekitar 80 ranjau telah dipasang di sepanjang jalur pelayaran utama.

Kapal-kapal khusus Angkatan Laut AS untuk penanggulangan ranjau yang biasanya ditempatkan di kawasan Teluk dilaporkan berada di luar kawasan tersebut. Akibatnya, pasukan khusus dan sistem nirawak menangani sebagian besar pekerjaan pembersihan ranjau.Para penyelam Navy SEAL beroperasi dalam tim-tim kecil dari perahu karet atau perahu dengan lambung tiup, didukung kapal permukaan robotik dan kendaraan bawah air yang menarik perangkat sonar pemindai samping (side-scan sonar) beresolusi tinggi**.

Sistem tersebut memindai dasar laut untuk mengidentifikasi benda-benda mencurigakan tanpa langsung mengekspos personel.

“Biasanya, benda tersebut kemudian diperiksa oleh penyelam Angkatan Laut yang harus masuk ke air dan mendekati ranjau, lalu memasang bahan peledak untuk menghancurkannya,” kata pensiunan Kapten Angkatan Laut AS Bill Hamblet, yang selama bertahun-tahun bertugas di kawasan Teluk, kepada Financial Times.

Dia menggambarkan pasukan tersebut sebagai “pasukan yang sangat kecil dan ringan.”

Misi itu menghadapi bahaya besar di selat yang sempit tersebut, termasuk arus kuat, perubahan pasang-surut, serta risiko serangan Iran yang terus membayangi.Pakar peperangan ranjau Bryan Clark dari Hudson Institute mengatakan, "Pasukan pembersih ranjau rentan karena operasinya berlangsung lambat dan perahu atau helikopter mereka tidak memiliki pertahanan.”

Nitya Labh, associate fellow di Chatham House, menyebutnya sebagai “proses yang sangat memakan waktu”, seraya menambahkan bahwa tim tersebut pada dasarnya “melakukan peledakan bom secara aktif di bawah air.”

Tidak ada korban dari pihak AS yang dilaporkan.

Pada akhir Agustus, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper mengatakan pasukan Amerika telah membersihkan ranjau laut Iran dari jalur pelayaran internasional utama dalam Traffic Separation Scheme (TSS) di selat tersebut.

“Kami telah berhasil membersihkan ranjau laut di jalur pelayaran internasional selat tersebut yang dipasang beberapa bulan lalu oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran,” kata Cooper.“Pasukan kami dengan cermat dan secara diam-diam membersihkannya dari ancaman ranjau laut menggunakan kombinasi penyelam Angkatan Laut, Navy SEAL, serta kekuatan udara AS dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Korps Marinir," lanjut dia.

Dia menambahkan: “Situasinya sangat menantang dan berbahaya, tetapi kami berhasil menyelesaikan tugas.”

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa seluruh ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah disingkirkan atau diledakkan.

Meski demikian, masih muncul pertanyaan mengenai apakah seluruh jalur perairan tersebut benar-benar bebas dari ranjau.

Perusahaan pelayaran dan penasihat keamanan pada umumnya meyakini bahwa rute-rute selatan dekat Oman, tempat AS mengarahkan kapal-kapal untuk melintas, telah dibersihkan. Namun, mereka masih kurang yakin mengenai kondisi di wilayah lainnya.

“Tidak sulit untuk memasang ranjau kembali karena ada banyak lalu lintas perahu kecil yang melintasi Hormuz setiap malam,” kata seorang eksekutif industri kapal tanker.

Para pejabat Iran membantah bahwa pembersihan telah dilakukan sepenuhnya. Salah seorang pejabat bahkan mengatakan, “Tidak ada seorang pun kecuali Iran yang mengetahui lokasi ranjau-ranjau tersebut.”

Topik Menarik