Rudal Terjang Pasukan Arab Saudi, Houthi Tetapkan Batasan bagi Sekutu Baru Riyadh

Rudal Terjang Pasukan Arab Saudi, Houthi Tetapkan Batasan bagi Sekutu Baru Riyadh

Global | sindonews | Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:03
share

Pasukan Houthi Yaman melancarkan serangan besar menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap konsentrasi militer Arab Saudi di Marib pada hari Jumat (7/8/2026). Secara bersamaan, Sanaa memperingatkan negara-negara yang bergabung atau memberikan dukungan bagi kampanye baru Riyadh melawan Houthi Yaman akan dianggap sebagai pihak yang terlibat dalam agresi tersebut.

Peringatan ini menjadi sangat signifikan menyusul penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Ini adalah kesepakatan keamanan trilateral baru yang menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu dari ketiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Para pejabat Ansarallah (Houthi) secara langsung menyoroti implikasi aliansi baru ini, serta memperingatkan Turki dan Pakistan agar tidak membiarkan perjanjian tersebut menyeret mereka ke dalam konfrontasi Arab Saudi dengan Yaman.

Pasukan Saudi Menjadi Sasaran

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan konsentrasi militer Saudi di kamp Sahn al-Jinn, Marib, telah menjadi sasaran serangan setelah adanya pemantauan ketat terhadap pergerakan mereka.

"Titik-titik konsentrasi pasukan tersebut diserang, termasuk gudang, kendaraan, dan peralatan militer mereka," ujar Saree, seraya menambahkan operasi tersebut melibatkan sejumlah besar rudal dan pesawat nirawak.Ia menggambarkan serangan-serangan tersebut sebagai serangan "tingkat tinggi dan presisi."

Menurut pernyataan tersebut, Arab Saudi terus memusatkan kekuatan dan mempersiapkan pasukan untuk konfrontasi militer baru di dalam wilayah Yaman.

Oleh karena itu, Sanaa menyatakan akan terus menargetkan pergerakan militer Saudi di mana pun mereka berada, sembari menegaskan kembali prinsip "eskalasi dibalas eskalasi" dan "blokade dibalas blokade."

"Kami tidak akan membiarkan rencana permusuhan terhadap negara kami berlalu tanpa tanggapan," bunyi pernyataan tersebut, yang memperingatkan setiap agresi baru akan menghadapi "respons segera dan tegas."

Pasukan Houthi juga menyerukan kepada warga Yaman yang bertugas dalam formasi militer yang didukung Saudi untuk meninggalkan posisi mereka sebelum serangan lanjutan terjadi.

Serangan Besar Kedua

Operasi di Sahn al-Jinn ini terjadi hanya sehari setelah pasukan Yaman mengumumkan serangan berskala besar lainnya terhadap konsentrasi militer yang didukung Saudi di al-Ruwaik, al-Abr, dan al-Thaniyah, serta posisi milik Brigade Darurat Pertama dan Ketiga.

Operasi tersebut juga dilakukan dengan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak. Menurut AFP, jumlah korban tewas kemudian meningkat menjadi 58 orang.

Satu sumber militer senior Houthi Yaman mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa serangan tersebut didahului oleh pengumpulan intelijen secara ekstensif, yang memungkinkan pasukan Yaman melancarkan serangan saat persiapan untuk serangan darat yang didukung Arab Saudi dilaporkan telah memasuki tahap akhir.

Sumber tersebut menyatakan dinamika militer baru di pihak Sanaa berarti setiap kehadiran militer atau pergerakan pasukan Arab Saudi menuju wilayah yang berada di bawah kendali mereka kini akan menjadi sasaran langsung.

Tujuannya, menurut sumber tersebut, adalah mencegah pasukan yang didukung Arab Saudi bergerak antarprovinsi dan menggagalkan setiap operasi darat baru sebelum dimulai.

Baca juga: Ghalibaf Ejek Diplomasi Sandiwara AS Terkait Perang Iran

Topik Menarik