64 Jet Tempur Siluman F-35 Bakal Hadir di Depan Pintu Rusia, Senjata Baru Finlandia Perkuat NATO

64 Jet Tempur Siluman F-35 Bakal Hadir di Depan Pintu Rusia, Senjata Baru Finlandia Perkuat NATO

Global | sindonews | Senin, 7 September 2026 - 10:53
share

Finlandia telah merakit mesin jet tempur siluman F-35 pertamanya ketika negara anggota NATO tersebut memperkuat pertahanannya di sepanjang perbatasan dengan Rusia.

Perusahaan pertahanan Finlandia, Patria, menyelesaikan perakitan mesin F135 pertama buatan Finlandia pada 3 September. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi peran Finlandia dalam program F-35, sebagaimana dilaporkan Interesting Engineering, Senin (7/9/2026).

Baca Juga: Singapura Beli 20 Jet Tempur Siluman F-35, Mengapa 12 Unit Justru Ditempatkan di AS?

Perkembangan tersebut terjadi ketika Finlandia terus memperkuat kemampuan militernya setelah bergabung dengan NATO pada 2023, menyusul invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022.

Finlandia telah memesan 64 unit jet tempur siluman F-35A dari perusahaan pertahanan Amerika Serikat, Lockheed Martin. Pesawat pertama diperkirakan tiba di Finlandia akhir tahun ini.

Negara Nordik tersebut berbagi perbatasan sepanjang lebih dari 800 mil (sekitar 1.300 kilometer) dengan Rusia, sehingga peningkatan kemampuan F-35 Finlandia menjadi signifikan bagi sayap utara NATO.

Finlandia Mulai Memproduksi Mesin F-35

Mesin F135 pertama yang dirakit di Finlandia oleh Patria merupakan unit pertama dari rangkaian mesin yang direncanakan akan dirakit di negara tersebut.Perusahaan itu diperkirakan akan terus merakit mesin F135 untuk Finlandia hingga 2030. Patria juga akan menyediakan layanan pemeliharaan dan overhaul mesin tersebut sepanjang masa operasional armada F-35 Finlandia.

Keterlibatan Patria tidak hanya terbatas pada mesin. Perusahaan tersebut juga memproduksi bagian badan depan (forward fuselage) F-35 dan berbagai komponen lainnya sebagai bagian dari program F-35 internasional yang lebih luas.

Kemampuan produksi dan pemeliharaan di dalam negeri ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pasokan pertahanan Finlandia, sehingga negara tersebut memiliki kendali yang lebih besar atas dukungan dan pemeliharaan armada jet tempur barunya.

F-35 merupakan jet tempur multiperan generasi kelima yang dirancang dengan kemampuan siluman, sensor canggih, dan operasi berbasis jaringan.

F-35 pertama Finlandia direncanakan segera bertugas di Angkatan Udara Finlandia seiring negara tersebut mengganti armada F/A-18 Hornet yang telah menua.

Finlandia Tingkatkan Persiapan Pertahanan Sipil

Peningkatan kekuatan militer tersebut berjalan bersamaan dengan upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sipil Finlandia.Lebih dari 2.000 warga baru-baru ini mengikuti latihan pertahanan sipil besar-besaran di Kota Kuopio, Finlandia. Latihan tersebut disebut sebagai latihan pertahanan sipil terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Skenario latihan mencakup serangan siber, gangguan terhadap infrastruktur penting, serta ancaman serangan rudal.

Para peserta berlatih menghadapi situasi ketika layanan penting seperti pasokan listrik dan air terganggu, sekaligus memindahkan masyarakat ke tempat perlindungan bawah tanah.

Latihan tersebut mencerminkan pendekatan Finlandia yang telah lama menekankan kesiapsiagaan, baik terhadap angkatan bersenjata maupun masyarakat sipil, dalam menghadapi potensi krisis nasional.

Perang Rusia di Ukraina semakin meningkatkan urgensi persiapan tersebut, terutama karena posisi Finlandia yang berada langsung di perbatasan timur NATO.Persiapan Finlandia berlangsung ketika upaya diplomatik terbaru untuk mengakhiri perang di Ukraina terus berjalan.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah bertemu dengan utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner di Moskow pada 5 September. Pertemuan tersebut berlangsung lebih dari tiga jam dan merupakan bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk kembali membuka negosiasi antara Rusia dan Ukraina.

Perundingan tersebut belum menghasilkan terobosan besar. Perbedaan signifikan masih ada antara Moskow dan Kyiv, termasuk mengenai wilayah serta pengaturan keamanan Ukraina di masa depan.

Perwakilan Amerika Serikat kemudian melakukan perjalanan ke Kyiv untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Terlepas dari upaya diplomatik tersebut, pertempuran antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung. Hal ini membuat negara-negara anggota NATO yang berbatasan dengan Rusia terus memantau situasi keamanan secara ketat.

Mengapa Finlandia Memperkuat Pertahanannya?

Program F-35 Finlandia, perakitan mesin di dalam negeri, serta latihan pertahanan sipil berskala besar merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menghadapi lingkungan keamanan yang semakin tidak pasti.

Finlandia secara historis memiliki fokus kuat terhadap kesiapsiagaan nasional, termasuk wajib militer, pasukan cadangan dalam jumlah besar, dan infrastruktur pertahanan sipil yang luas.

Keanggotaan NATO menambahkan lapisan baru dalam pendekatan tersebut. Finlandia kini berada dalam sistem pertahanan kolektif NATO, sekaligus menjadikan kemampuan militernya sebagai bagian penting dari pertahanan sayap utara aliansi tersebut.

Kedatangan F-35 akan memberikan Finlandia kemampuan tempur udara yang lebih canggih. Sementara itu, pekerjaan industri dalam negeri terhadap pesawat dan mesinnya akan membantu mendukung operasional armada tersebut dalam jangka panjang.

Bagi NATO, perkembangan ini berarti Finlandia tidak hanya menambah jet tempur canggih ke sayap utara aliansi, tetapi juga membangun infrastruktur industri dan sipil yang diperlukan untuk menopang strategi pertahanannya.

Topik Menarik