Impor Minyak Mentah Arab Saudi oleh AS Turun hingga Nol, Pertama Kali sejak 1985

Impor Minyak Mentah Arab Saudi oleh AS Turun hingga Nol, Pertama Kali sejak 1985

Global | sindonews | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 19:27
share

Impor minyak mentah Arab Saudi oleh Amerika Serikat turun hingga nol pada bulan Juli. Ini kali pertama dalam satu bulan penuh sejak tahun 1985, menurut data awal dari Departemen Energi AS.

Penurunan ini terjadi setelah berbulan-bulan gangguan pada ekspor minyak Arab Saudi akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang mengganggu arus minyak mentah melalui kawasan Teluk dan memicu penutupan Selat Hormuz. Gangguan tersebut memaksa kilang-kilang minyak AS untuk mencari sumber pasokan alternatif.

Data menunjukkan pengiriman minyak mentah Arab Saudi ke Amerika Serikat terhenti sepenuhnya pada bulan Juli, berbeda dengan kondisi di awal tahun ketika kilang-kilang AS mengimpor lebih dari 800.000 barel minyak mentah Arab Saudi per hari.

Di tengah situasi ini, perusahaan penyulingan AS, Phillips 66, mengurangi pasokan minyak mentah dari Timur Tengah hingga kurang dari satu persen dari total bahan baku kilangnya, ujar CEO Mark Lashier.

Ia menambahkan perusahaan mengganti sebagian pasokan luar negerinya dengan mengangkut minyak mentah ringan AS ke kilangnya di New Jersey.Chevron dan PBF Energy juga tercatat sebagai perusahaan penyulingan AS terbesar yang selama ini bergantung pada minyak mentah Arab Saudi.

Sementara itu, Motiva Enterprises—perusahaan milik Saudi Aramco—mengoperasikan kilang terbesar di Amerika Serikat yang berlokasi di Port Arthur, Texas, yang biasanya mengolah minyak mentah dari Timur Tengah.

Pada saat yang sama, Venezuela muncul sebagai salah satu pihak yang paling diuntungkan dari peralihan menjauhi minyak mentah Arab Saudi.

Impor minyak Venezuela oleh AS meningkat menjadi sekitar 600.000 barel per hari pada bulan Juli, dibandingkan dengan sekitar 100.000 barel per hari pada awal tahun.

Baca juga: Ghalibaf Ejek Diplomasi Sandiwara AS Terkait Perang Iran

Topik Menarik