4 Alasan Iran Bentuk Markas Besar Perang Ekonomi

4 Alasan Iran Bentuk Markas Besar Perang Ekonomi

Global | sindonews | Senin, 7 September 2026 - 05:05
share

Kementerian Ekonomi Iran membentuk "markas besar perang ekonomi" untuk mengoordinasikan dan mempercepat respons terhadap masalah ekonomi yang timbul akibat kondisi masa perang. Demikian disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Morteza Zamanian pada hari Minggu.

4 Alasan Iran Bentuk Markas Besar Perang Ekonomi

1. Menangani Masalah Ekonomi Terkait Perang

Zamanian mengatakan kepada kantor berita Tasnim bahwa badan tersebut pada awalnya akan berfokus pada isu-isu yang berada dalam lingkup tanggung jawab dan wewenang kementerian.

Ia mengatakan badan tersebut akan berupaya menangani dengan cepat masalah-masalah terkait perang yang berdampak pada dunia usaha, perdagangan, pembiayaan, dan sektor ekonomi lainnya.

Untuk masalah yang berada di luar wewenang kementerian, Zamanian mengatakan pihaknya akan memanfaatkan perannya dalam perumusan kebijakan ekonomi yang lebih luas—termasuk melalui komisi ekonomi pemerintah dan markas besar ekonomi—guna mengoordinasikan berbagai lembaga dan mengupayakan solusi di tingkat yang lebih tinggi.

2. Merumuskan Solusi Praktis

Fungsi utama badan baru ini adalah untuk mengidentifikasi secara terpusat gangguan yang disebabkan oleh kondisi masa perang serta merumuskan solusi praktis, ujarnya.

Zamanian menambahkan bahwa mekanisme ini bertujuan mencegah masalah yang memerlukan kerja sama antarlembaga pemerintah menjadi terhambat oleh birokrasi.

3. Menyiapkan Instrumen Keuangan

Langkah-langkah yang sedang diupayakan mencakup dukungan pajak dan kepabeanan, fasilitas perbankan, serta instrumen keuangan bagi dunia usaha yang terdampak konflik, katanya.Langkah ini diambil di tengah konflik yang sedang berlangsung, yang bermula ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari, diikuti oleh serangan balasan Iran terhadap target-target AS di seluruh kawasan.

4. Perang Iran dan AS Belum Selesai

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juni—dengan mediasi dari Pakistan dan Qatar—yang menguraikan langkah-langkah menuju pengakhiran permusuhan, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan penanganan pembatasan ekonomi.

Teheran menuduh Washington gagal memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman tersebut, termasuk terkait pelonggaran sanksi dan pencairan aset Iran yang dibekukan.

Di sisi lain, Washington menuduh Teheran gagal memenuhi kewajibannya dan tetap mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Iran, dengan alasan bahwa sanksi tersebut bertujuan membatasi pendapatan dan jaringan keuangan yang menurut mereka mendukung aktivitas militer dan regional Teheran.

Topik Menarik