Tekan Ekonomi Iran, AS Klaim Telah Berkomplot dengan Uni Eropa

Tekan Ekonomi Iran, AS Klaim Telah Berkomplot dengan Uni Eropa

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 5 September 2026 - 08:00
share

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyebut Uni Eropa (UE) telah secara resmi bergabung dalam Operation Economic Outcast kampanye sanksi Washington untuk membatasi akses Iran terhadap sistem keuangan internasional. Namun, dokumen Komisi Eropa yang dirujuk Bessent tidak menunjukkan adanya keputusan resmi Brussels untuk bergabung dalam operasi tersebut melainkan hanya menyatakan dukungan terhadap peningkatan tekanan ekonomi kepada Iran.

"Kami menghargai sikap kuat dan awal mereka," ujar Bessent seperti dilaporkan AFP dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga:Vance Akui AS Hampir Tak Pernah Memenangkan Perang dalam 42 Tahun Terakhir

Bessent menilai sikap UE menunjukkan meningkatnya tekanan internasional terhadap Iran. Ia mengatakan dunia mengirimkan pesan yang jelas kepada pemerintah Iran dan menegaskan Washington akan terus berupaya memutus jalur keuangan yang masih memungkinkan Teheran terhubung dengan sistem keuangan global.

Dokumen yang menjadi rujukan Bessent diterbitkan Komisi Eropa pada 31 Agustus, bertepatan dengan pembukaan pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Asheville, North Carolina. Dalam pernyataan tersebut, UE kembali menyoroti program nuklir dan rudal balistik Iran, aktivitasnya yang dinilai mengganggu stabilitas di kawasan dan Eropa, dukungan militernya kepada Rusia dalam perang di Ukraina, serta penindasan terhadap masyarakat Iran.Komisi Eropa menyatakan telah menerapkan berbagai sanksi terhadap Iran untuk mencegah negara tersebut memanfaatkan ekonomi dan sistem keuangan global. Brussels juga menyatakan siap mengambil langkah tambahan untuk melindungi kepentingan dan keamanan UE, termasuk menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Terkait Operation Economic Outcast, UE hanya menyatakan menyambut upaya untuk mendorong Iran menghentikan aktivitas yang dianggap mengganggu stabilitas dan terlibat dalam perundingan damai dengan itikad baik, termasuk melalui tekanan ekonomi tambahan yang dipimpin AS. UE juga menyatakan akan terus bekerja sama dengan AS, negara-negara G7, dan mitra internasional lainnya.

Namun, pernyataan tersebut tidak menyebutkan keputusan UE untuk bergabung secara resmi. Brussels juga tidak mengumumkan sanksi baru, penyelarasan daftar sanksi dengan AS, ataupun perubahan terhadap rezim sanksinya sendiri. Sebaliknya, UE menegaskan bahwa upaya diplomatik tetap diperlukan untuk mencapai penyelesaian damai.

Baca Juga:Ledakan Biaya Energi, Trump Sebut Inggris di Ambang Bencana

Operation Economic Outcast diluncurkan AS pada akhir Agustus dengan menyasar akses Iran terhadap aset digital, teknologi maju, emas, penerbangan komersial, dan sektor pelayaran. Kampanye tersebut menggunakan secondary sanctions terhadap perusahaan dan lembaga keuangan asing yang tetap berbisnis dengan Iran, dengan hampir 60 perusahaan, individu, dan kapal telah masuk dalam daftar sanksi pada tahap awal.

Bagi dunia usaha Eropa, keputusan untuk benar-benar bergabung dengan operasi AS memiliki konsekuensi besar karena UE memiliki Blocking Statute yang pada prinsipnya melindungi perusahaan Eropa dari penerapan sanksi AS tertentu terhadap Iran. Perbedaan antara mendukung kampanye Washington dan ikut menerapkannya secara langsung masih menjadi persoalan penting bagi perusahaan dan perbankan Eropa, terutama di Jerman, Italia, dan Belanda yang masih memiliki hubungan perdagangan relatif besar dengan Iran.

Topik Menarik