ADB Kucurkan USD650 Juta Dukung Modernisasi Pengelolaan Fiskal Indonesia

ADB Kucurkan USD650 Juta Dukung Modernisasi Pengelolaan Fiskal Indonesia

Ekonomi | sindonews | Senin, 21 September 2026 - 13:30
share

Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menyetujui program senilai USD650 juta untuk mendukung modernisasi pengelolaan fiskal pemerintah, digitalisasi tata kelola, dan peningkatan layanan publik di Indonesia. Program tersebut menyasar penguatan koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola keuangan publik di tengah pelaksanaan desentralisasi.

"Aspirasi Pemerintah Indonesia untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045 didukung secara strategis oleh pembangunan ekonomi di berbagai provinsi, kabupaten, dan desa, tempat layanan publik esensial diberikan," ujar Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov dikutip dari situs resmi ADB, Senin (21/9/2026).

Ia menambahkan penguatan arsitektur fiskal dan digital negara dapat mendukung penyediaan layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Subprogram pertama dari Program Percepatan Desentralisasi demi Meningkatkan Tata Kelola Daerah (ADIL/Accelerating Decentralization for Improved Local Governance) akan memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam pengelolaan dana publik serta meningkatkan keberlanjutan anggaran daerah.

Baca Juga:ADB Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 di 2026, Ini Pendorongnya

Program ini juga mendorong digitalisasi dan transparansi fiskal untuk mendukung peningkatan kualitas layanan publik. Melalui program tersebut, ADB mendukung pengembangan platform digital nasional untuk mengintegrasikan dan melaporkan data fiskal, serta penerapan penilaian pajak properti yang lebih adil guna meningkatkan pendapatan daerah. Kerangka kerja program turut mencakup perlindungan hak-hak sipil, perencanaan dan penganggaran yang responsif terhadap perempuan dan anak perempuan, serta integrasi risiko bencana.

Penguatan sistem pengelolaan keuangan publik dinilai strategis karena sekitar 35–40 total pengeluaran publik, termasuk belanja pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur lokal, dikelola pada tingkat subnasional. Tantangan berupa fragmentasi pengelolaan keuangan serta ketimpangan kapasitas fiskal dan administratif masih perlu ditangani untuk mendukung administrasi perpajakan, koordinasi kebijakan, dan penyediaan layanan publik di berbagai wilayah.Baca Juga:Utang Global Cetak Rekor, IMF Desak Pemerintah Segera Bertindak

Program ADIL melanjutkan implementasi Undang-Undang tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah dengan menyasar tantangan struktural dalam sistem fiskal daerah. Program tersebut juga mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Visi Indonesia Emas 2045, termasuk agenda percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan dan ketimpangan, serta penguatan keberlanjutan lingkungan.

ADB merupakan bank pembangunan multilateral yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan, inklusif, dan tangguh di kawasan Asia dan Pasifik. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 69 anggota, dengan 50 di antaranya berasal dari kawasan Asia dan Pasifik, serta menjalankan kerja sama pembangunan melalui pembiayaan dan kemitraan strategis.

Topik Menarik