Barito Pacific Perluas Bisnis Regional, 90 Investasi Tetap di Indonesia

Barito Pacific Perluas Bisnis Regional, 90 Investasi Tetap di Indonesia

Ekonomi | sindonews | Senin, 21 September 2026 - 13:55
share

Grup Barito Pacific terus memperluas ekspansi bisnis ke pasar regional dengan tetap menempatkan Indonesia sebagai basis utama investasi, pertumbuhan, dan konsolidasi keuangan. Strategi tersebut didukung oleh portofolio usaha di sektor petrokimia, energi terbarukan, dan infrastruktur kelistrikan serta investasi sekitar USD5 miliar dalam lima tahun terakhir.

"Ekspansi ini tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan bisnis dan skala usaha, tetapi juga memperkuat basis industri kami di Indonesia sebagai yang mendorong pertumbuhan industri hilir," ujar Wakil Presiden Direktur Barito Pacific Rudy Suparman dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026).

Baca Juga:Chandra Asri Perkuat Transformasi dan Ekspansi Regional, Catat Laba Bersih USD1,4 Miliar di 2025

Ia menambahkan, kepemilikan aset Aster di Singapura memungkinkan Chandra Asri Group mendukung ketahanan energi nasional melalui penyediaan produk petroleum, seperti bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen, untuk kebutuhan industri dalam negeri.

Rudy mengatakan ekspansi regional juga diarahkan untuk memastikan skala usaha, pendapatan, keahlian, akses pasar, dan kapasitas pendanaan yang diperoleh dari luar negeri tetap terkonsolidasi dalam laporan keuangan di Indonesia. Strategi tersebut menjadikan aset regional sebagai bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus memperkuat basis industri domestik.

Di sektor petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk atau Chandra Asri Group terus mengembangkan kapasitas produksi dan produk turunan untuk mendukung kebutuhan industri nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor. Perseroan juga tengah membangun fasilitas chlor-alkali dan ethylene dichloride (CA-EDC) dengan nilai investasi lebih dari USD800 juta, yang hingga pertengahan 2026 mencapai progres konstruksi 72 dan ditargetkan beroperasi pada 2027.Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional tersebut ditujukan untuk memperkuat rantai pasok bahan baku kimia strategis di dalam negeri. Pembangunannya mendapat dukungan investasi dari Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority.

Baca Juga:Sulap Sampah Jadi Listrik untuk 100.000 Rumah, Danantara Investasi Rp2,8 Triliun di Bogor

Sementara itu, di sektor energi terbarukan, PT Barito Renewables Energy Tbk mengoperasikan kapasitas terpasang sekitar 1 gigawatt yang mencakup pembangkit panas bumi dan tenaga angin di sejumlah wilayah Indonesia. Perseroan juga mengembangkan kapasitas pembangkit panas bumi di Salak, Darajat, dan Wayang Windu dengan target kapasitas panas bumi melampaui 1 gigawatt pada akhir 2026.

Selain energi terbarukan, Grup Barito Pacific memiliki bisnis infrastruktur kelistrikan melalui pembangkit Jawa 9 dan 10 yang masing-masing berkapasitas 1.000 megawatt dan dioperasikan bersama Indonesia Power. Pengembangan portofolio tersebut melengkapi strategi grup dalam memperkuat posisi di sektor energi dan industri strategis.

Rudy mengungkapkan sekitar 90 dari belanja modal Grup Barito Pacific senilai USD5 miliar dalam lima tahun terakhir dialokasikan untuk investasi di Indonesia. Alokasi tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan, investasi, dan konsolidasi grup, sementara ekspansi regional dimanfaatkan untuk memperluas skala usaha, mendiversifikasi sumber pendapatan, dan memperkuat daya saing jangka panjang.

Topik Menarik