BI Ungkap Kredit Macet UMKM Tembus 5,6, di Atas NPL Nasional

BI Ungkap Kredit Macet UMKM Tembus 5,6, di Atas NPL Nasional

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 20:37
share

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berada di kisaran 4,5-5,6, jauh di atas NPL perbankan nasional yang tercatat 2,09. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi untuk memperluas akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan UMKM.

"Satu hal lagi yang menjadi perhatian adalah NPL-nya atau kredit macetnya, itu berada pada 4,5 sampai 5,6. Padahal kalau nasional itu cuma 2,09. Jadi itu adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan," kata Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga:Diguncang Perang, BI Ramal Ekonomi Global Tumbuh 3 di 2026

Selain tingginya kredit bermasalah, Aida menyoroti pertumbuhan kredit UMKM yang masih relatif rendah dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan. Kredit UMKM tercatat hanya tumbuh 1,62, sementara pertumbuhan kredit perbankan nasional mencapai 13,58.

Menurut Aida, akses pembiayaan masih menjadi tantangan bagi pelaku UMKM. Berdasarkan survei terhadap lebih dari 200 UMKM, kepemilikan kredit pada kuartal I dan kuartal II 2026 masih berada di kisaran 34-35, menunjukkan belum banyak pelaku usaha yang memperoleh tambahan pembiayaan perbankan."Ternyata memang untuk posisi di kuartal 1 dan kuartal ke-2 yang warna biru bar-nya, ternyata tidak banyak yang punya kepemilikan kredit atau tidak bergerak kepemilikan kreditnya, masih di sekitar 35 sampai 34," ujarnya.

Aida mengatakan keterbatasan akses kredit membuat sebagian UMKM masih mengandalkan sumber pembiayaan nonperbankan. Sumber dana tersebut antara lain berasal dari perputaran modal usaha, uang muka, serta pinjaman dari keluarga yang masih menjadi pilihan utama pelaku UMKM.

"Kalau ditanya apa sih yang menjadi sumber daripada pembiayaan mereka, ternyata yang paling banyak itu adalah terkait dengan perputaran modal, tapi juga uang muka dan pinjaman dari keluarga. Jadi itu yang masih menjadi sumber utama dari UMKM," katanya.

Baca Juga:Sah! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan Agustus 2026 di Level 5,75

Di sisi lain, BI mencatat UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena mencakup sekitar 99 unit usaha, berkontribusi sekitar 60 terhadap produk domestik bruto (PDB), dan menyerap 97 tenaga kerja. Lebih dari 60 pelaku UMKM juga merupakan perempuan, sehingga BI mendorong penguatan akses pembiayaan melalui perbankan, lembaga keuangan lainnya, maupun perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk memperkuat pertumbuhan sektor tersebut.

Topik Menarik