Deretan Pemimpin IRGC yang Baru Ditunjuk Mojtaba, Berlapis dan Tak Ada Struktur Tunggal

Deretan Pemimpin IRGC yang Baru Ditunjuk Mojtaba, Berlapis dan Tak Ada Struktur Tunggal

Global | sindonews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:25
share

Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei mengumumkan serangkaian penunjukan penting pejabat tinggi militer dan keamanan pada hari Senin.

Penunjukan ini dilakukan menyusul gugurnya beberapa komandan militer senior dan pejabat keamanan dalam perang agresi AS-Israel baru-baru ini terhadap Republik Islam.

Struktur komando yang baru diperkuat dengan penunjukan Mayor Jenderal Ali Abdollahi sebagai Kepala Staf Umum, menggantikan Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi.

Brigadir Jenderal Kioumars Heydari, yang sebelumnya menjabat sebagai komandan Angkatan Darat, telah ditunjuk sebagai wakil Kepala Staf Umum.

Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi, seorang komandan veteran dan mantan menteri pertahanan, telah ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menggantikan Mayor Jenderal Mohammad Pakpour.

Mayor Jenderal Mostafa Izadi, seorang veteran "Pertahanan Suci" (Sacred Defense), telah ditunjuk sebagai wakil kepala IRGC, sementara Laksamana Muda Ali Ozamaei, seorang komandan senior Angkatan Laut IRGC, telah ditunjuk sebagai Komandan Angkatan Laut IRGC, menggantikan Laksamana Muda Alireza Tangsiri.

Hossein Taeb, mantan kepala intelijen IRGC, telah ditunjuk sebagai komandan organisasi Basij, menggantikan Gholamreza Soleimani.

Deretan Pemimpin IRGC yang Baru Ditunjuk Mojtaba, Berlapis dan Tak Ada Struktur Tunggal

1. Mayor Jenderal Ali Abdollahi (Kepala Staf Umum)

Melansir Press TV, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, yang lahir pada tahun 1959 di provinsi Gilan bagian utara, merupakan salah satu komandan militer paling senior di negara tersebut.

Setelah Revolusi Islam 1979 dan pembentukan IRGC, Abdollahi bergabung dengan pasukan tersebut pada bulan Mei 1979 dan bertugas di organisasi itu selama perang delapan tahun yang dipaksakan terhadap Iran.

Dari tahun 1987 hingga 1991, ia memimpin Divisi Qods ke-16 IRGC di Gilan. Dari tahun 1997 hingga 2001, ia menjabat sebagai wakil bagi Mohammad-Baqer Qalibaf, yang saat itu menjabat sebagai komandan Angkatan Udara IRGC.Dari tahun 2001 hingga 2002, ia menjabat sebagai wakil koordinator Pasukan Penegak Hukum Iran. Antara tahun 2002 dan 2005, ia menjabat sebagai wakil komandan Pasukan Penegak Hukum dan sempat menjabat sebagai penjabat komandan pasukan tersebut pada tahun 2005.

Di bawah pemerintahan kesembilan, Abdollahi menjabat sebagai gubernur provinsi Semnan (wilayah tengah) dari tahun 2005 hingga 2007 dan gubernur provinsi Gilan dari tahun 2007 hingga 2009.

Di bawah pemerintahan kesepuluh, ia menjabat sebagai wakil menteri dalam negeri untuk urusan keamanan dan penegakan hukum dari tahun 2009 hingga 2014. Dari tahun 2014 hingga 2016, ia menjabat sebagai wakil kepala bidang logistik, dukungan, dan penelitian industri di Staf Umum Angkatan Bersenjata.

Dari tahun 2016 hingga 2025, ia menjabat sebagai wakil koordinator Staf Umum Angkatan Bersenjata.

Sejak Juli 2025, ia menjabat sebagai komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, dan sejak Maret 2026, ia menjabat sebagai penjabat kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata.

2. Brigadir Jenderal Kioumars Heydari (Wakil Kepala Staf Umum)

Brigadir Jenderal Kioumars Heydari, yang lahir pada tahun 1964 di Kermanshah, adalah seorang komandan senior Angkatan Darat Republik Islam Iran (Artesh).

Ia memulai karier militernya pada tahun 1982—saat berlangsungnya perang yang dipaksakan oleh Irak terhadap Iran—sebagai anggota sukarelawan Basij, dan bergabung dengan Angkatan Darat Republik Islam Iran pada tahun 1984.

Dari tahun 1998 hingga 2005, Heydari memimpin Markas Besar Regional Barat Daya Angkatan Darat. Dari tahun 2005 hingga 2008, ia menjabat sebagai wakil koordinator Angkatan Darat, dan dari tahun 2008 hingga 2016, ia bertugas selama lebih dari delapan tahun sebagai wakil komandan Angkatan Darat.

Dari November 2016 hingga Desember 2025, ia menjabat sebagai komandan ke-17 Angkatan Darat Republik Islam Iran.

Sejak Desember 2025, ia menjabat sebagai wakil komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

3. Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi (Panglima IRGC)

Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi lahir pada tahun 1959 di Shiraz. Ia merupakan tokoh terkemuka dalam jajaran militer dan keamanan Iran.

Vahidi memiliki gelar sarjana di bidang teknik elektro, serta gelar master dan doktor (PhD) di bidang studi strategis.Ia bergabung dengan IRGC pada tahun 1980 dan memegang beberapa posisi penting selama perang delapan tahun yang dipaksakan oleh rezim Ba'ath Irak terhadap Iran.

Dari sekitar tahun 1985 hingga 1988, ia menjabat sebagai kepala Departemen Intelijen IRGC, dan dari tahun 1988 hingga 1997, ia memimpin Pasukan Quds IRGC.

Selama masa pemerintahan kedelapan, dari tahun 2003 hingga 2005, Vahidi menjabat sebagai wakil menteri pertahanan bidang perencanaan dan program. Pada masa pemerintahan kesembilan, dari tahun 2005 hingga 2009, ia kembali menjabat sebagai wakil menteri pertahanan. Selama periode ini, ia berfokus pada pengembangan produksi rudal dan pesawat nirawak (drone) dalam negeri.

Di bawah pemerintahan kesepuluh, antara tahun 2013 dan 2016, ia menjabat sebagai menteri pertahanan dan logistik angkatan bersenjata. Dari tahun 2013 hingga 2016, ia memimpin Pusat Penelitian Strategis Pertahanan, dan dari tahun 2016 hingga 2021, ia menjabat sebagai presiden Universitas Pertahanan.

Selama masa pemerintahan Presiden Ebrahim Raeisi, Vahidi menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri selama tiga tahun—dari tahun 2021 hingga 2024.

Pada bulan Desember 2025, Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, menunjuk Vahidi sebagai wakil komandan IRGC.

Menyusul gugurnya Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, panglima tertinggi IRGC, akibat serangan AS dan Israel pada tanggal 28 Februari, Brigadir Jenderal Vahidi ditunjuk sebagai penjabat komandan IRGC.

4. Mayor Jenderal Mostafa Izadi (Wakil Panglima Tertinggi IRGC)

Mayor Jenderal Mostafa Izadi Najafabadi lahir pada tahun 1956 di Najafabad, provinsi Isfahan tengah.

Izadi memiliki gelar sarjana di bidang teknik elektro dari Universitas Teknologi K.N. Toosi dan memulai karier militernya di IRGC setelah Revolusi Islam tahun 1979.

Selama perang delapan tahun yang dipaksakan terhadap Iran, ia dianggap sebagai salah satu komandan tingkat menengah IRGC yang berpengaruh.Dari tahun 1982 hingga 1983, ia menjabat sebagai komandan IRGC di provinsi perbatasan Kurdistan. Dari tahun 1983 hingga 1985, ia memimpin Markas Besar Hamzeh Seyyed al-Shohada; dan dari tahun 1985 hingga 1987, ia memimpin Markas Besar Najaf Ashraf.

Dari tahun 1987 hingga 1989, ia menjabat sebagai wakil kepala operasi Staf Gabungan IRGC, dan dari tahun 1989 hingga 1992, ia memimpin Angkatan Darat IRGC.

Antara tahun 1993 dan 2006, Izadi menjabat sebagai wakil kepala perencanaan, program, dan anggaran di Staf Umum Angkatan Bersenjata.

Saat ini, ia menjabat sebagai deputi urusan strategis dan pengawasan di Staf Umum Angkatan Bersenjata. Ia juga memimpin Markas Besar Ancaman Siber dan Ancaman Baru (Cyber and Emerging Threats) di bawah Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Ia merupakan salah satu dari sembilan komandan militer senior di angkatan bersenjata Iran yang menyandang pangkat mayor jenderal. Laksamana Muda Ali Ozamaei (Komandan Angkatan Laut IRGC)

Laksamana Muda Ali Ozamaei, yang lahir di Provinsi Hormozgan di Iran selatan, memulai karier militernya bersama IRGC di Hormozgan selama perang rezim Ba'ath melawan Iran pada tahun 1980-an, dan kemudian bergabung dengan Angkatan Laut IRGC.

Dari pertengahan tahun 2000-an hingga 2010, ia menjabat sebagai wakil koordinator Distrik Angkatan Laut Pertama IRGC, dan dari tahun 2010 hingga 2012, ia menjabat sebagai wakil komandan distrik tersebut.

Dari November 2012 hingga 2025, ia memimpin Distrik Angkatan Laut Kelima IRGC.

Markas besar distrik ini terletak di Bandar Lengeh, dan wilayah operasinya membentang dari sebelah timur Pulau Qeshm hingga sebelah barat Pulau Kish, serta mencakup tiga pulau milik Iran di Teluk Persia.Masa jabatannya selama 13 tahun sebagai komandan distrik tersebut merupakan salah satu masa komando terlama di tingkat distrik angkatan laut IRGC.

Pada bulan April 2022, pangkatnya dinaikkan dari brigadir jenderal kelas dua menjadi brigadir jenderal.

Pada tahun 2025, ia ditunjuk sebagai wakil komandan Angkatan Laut IRGC, dengan Laksamana Muda Alireza Tangsiri sebagai atasannya.

Menyusul gugurnya Tangsiri dalam serangan AS-Israel di Bandar Abbas pada bulan April 2026, Kantor Humas IRGC mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada tanggal 4 Juli bahwa Ozamaei telah ditunjuk sebagai penjabat komandan Angkatan Laut IRGC.

Penunjukan tersebut diumumkan secara resmi melalui dekrit yang dikeluarkan oleh Pemimpin Revolusi Islam pada hari Senin.

5. Hossein Taeb (Komandan organisasi Basij)

Hossein Taeb lahir pada tahun 1963 di ibu kota Teheran. Ia bergabung dengan IRGC pada tahun 1982.

Dari tahun 2005 hingga 2007, Taeb menjabat sebagai deputi urusan budaya dan sosial di Staf Gabungan IRGC. Dari tahun 2007 hingga 2008, ia menjabat sebagai wakil komandan Pasukan Perlawanan Basij, dan dari tahun 2008 hingga 2009, ia memimpin Pasukan Perlawanan Basij.

Pada tahun 2009, ia ditunjuk sebagai kepala divisi intelijen IRGC dan memegang jabatan tersebut hingga tahun 2022, saat ia digantikan oleh Mohammad Kazemi. Masa jabatannya yang panjang dalam memimpin intelijen IRGC diwarnai oleh berbagai terobosan penting.

Pada tahun 2022, ia dijatuhi sanksi oleh Departemen Luar Negeri AS.

Pada bulan Juni 2022, setelah melepas jabatannya sebagai kepala intelijen IRGC, ia ditunjuk sebagai penasihat bagi panglima tertinggi IRGC.

Topik Menarik