Gempa Dahsyat M7,4 Guncang Kolombia, 132 Orang Tewas, 7 Bandara Lumpuh

Gempa Dahsyat M7,4 Guncang Kolombia, 132 Orang Tewas, 7 Bandara Lumpuh

Global | sindonews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:53
share

Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 telah mengguncang Kolombia pada hari Senin. Data sementara dari Asosiasi Kota-kota Ibu Kota Kolombia menyebutkan 132 orang tewas dan 570 lainnya terluka.

Menurut asosiasi tersebut, di kota Pereira saja tercatat ada 60 korban jiwa.

Lima kota ibu kota di seluruh negeri berada dalam status siaga merah. Setidaknya 86 bangunan runtuh dan tujuh bandara menghentikan operasionalnya.

Baca Juga: Kemlu Pastikan Semua WNI Aman di Kolombia Pascagempa Besar M7,4

Presiden Abelardo de la Espriella mengatakan guncangan terasa di beberapa kota besar di seluruh negeri, serta di negara tetangga Ekuador dan Panama.

Dalam konferensi pers di Bogota, presiden yang baru menjabat pada Jumat lalu itu menetapkan status darurat nasional dan berjanji akan mengunjungi kota Pereira yang terdampak untuk mendukung warga yang terkena dampak dan memantau langsung respons pemerintah.Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana Kolombia menyatakan pusat gempa berada di dekat kota San Jose del Palmar di departemen Choco (wilayah Pasifik) pada kedalaman sekitar 79 km. Versi unit tersebut, gempa ini berkekuatan magnitudo 6,6.

Sedangkan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,4. Sementara Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) mencatat magnitudo 7,2.

Gubernur Choco, Nubia Carolina Cordoba-Curi, mengonfirmasi bahwa gempa menyebabkan kerusakan parah di ibu kota provinsi dan wilayah sekitarnya, serta memperingatkan adanya potensi gempa susulan.

"Terdapat korban luka dan kerusakan bangunan yang signifikan di ibu kota, Quibdo. Kami sedang melakukan penilaian kerusakan dan akan segera merilis laporan resmi pertama," tulisnya di platform X, Selasa (11/8/2026).

Rekaman video yang beredar secara daring memperlihatkan kehancuran luas di Pereira, ibu kota departemen tetangga, Risaralda. Warga terlihat berlarian ke jalanan yang dipenuhi debu akibat bangunan yang runtuh. Menurut otoritas setempat, setidaknya 40 orang tewas di wilayah departemen tersebut.Situasi serupa terekam di kota Manizales, departemen Caldas, di mana bangunan bersejarah Basilika Katedral Metropolitan tampak runtuh sebagian, dan salah satu menaranya jatuh menimpa kubah bangunan. Wali kota setempat menyatakan bahwa setidaknya 12 orang tewas di kota tersebut.

Menurut pejabat setempat, 27 orang lainnya tewas di seluruh wilayah departemen Valle del Cauca.

Gempa bumi tersebut merusak bandara di kota Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura. Otoritas penerbangan sipil Kolombia menyatakan bahwa seluruh operasional di fasilitas-fasilitas tersebut dihentikan sembari menunggu penilaian terhadap kerusakan struktural.

Rekaman situasi kacau dari bandara-bandara tersebut mengindikasikan bahwa setidaknya beberapa di antaranya mengalami kerusakan parah dan sebagian bangunannya runtuh.

Peristiwa ini terjadi satu setengah bulan setelah gempa bumi dahsyat melanda negara tetangga, Venezuela. Saat itu, dua gempa bumi berturut-turut dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 menghancurkan ratusan bangunan di seluruh negeri, termasuk di ibu kota Caracas, serta menewaskan lebih dari 5.000 orang.

Topik Menarik