Kolombia Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan yang Dijajah
Kolombia secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan pada hari Senin (10/8/2026). Dataran Tinggi Golan adalah wilayah strategis Suriah yang berada di bawah pendudukan militer Israel sejak tahun 1967.
"Pemerintah Kolombia mengakui kedaulatan Israel atas wilayah ini, serta hak negara tersebut untuk melindungi diri dari ancaman eksternal," ungkap pernyataan Kementerian Luar Negeri Kolombia.
Kementerian tersebut menyatakan, mempertahankan kendali atas dataran tinggi itu merupakan "komponen penting" dari pertahanan nasional Israel, terutama menyusul meningkatnya tantangan keamanan regional.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella dan Menteri Luar Negeri Omar Bula Escobar atas perubahan kebijakan tersebut, seraya menyebut langkah itu sebagai "keputusan bersejarah."
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Langkah diplomatik ini diambil saat Israel memperluas kehadiran militernya di Suriah menyusul runtuhnya rezim Assad pada Desember 2024. Tel Aviv menyatakan perjanjian pemisahan pasukan tahun 1974 tidak lagi berlaku dan bergerak memasuki zona penyangga yang diawasi PBB, meskipun pemerintahan baru Suriah telah menegaskan komitmennya terhadap perjanjian-perjanjian yang ada.
Dataran Tinggi Golan, yang dianeksasi secara sepihak oleh Israel pada tahun 1981, tetap menjadi titik sengketa internasional.
Pada tahun 2019, selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, AS menjadi negara pertama yang mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari wilayah Israel.
Espriella, pemimpin baru Kolombia yang pro-Israel dan mendapat dukungan kuat dari Trump selama masa kampanyenya, baru-baru ini memerintahkan penangguhan rencana pembukaan kedutaan besar di Palestina.
Baca juga: Rudal Iran Kini Bisa Ubah Target saat Terbang, Momok Baru bagi Sistem Pertahanan Patriot AS









