Diminta Membayar, Trump Malah Tuntut Kompensasi Balik dari Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuntut kompensasi balik dari Iran untuk warga Amerika dan pihak lain yang menurutnya tewas atau terluka akibat tindakan Teheran dan sekutunya selama perang.
Tuntutan Trump ini muncul setelah Teheran mendesak Washington untuk membayar ganti rugi atas kerusakan yang terjadi selama perang gabungan AS-Israel yang dilancarkan terhadap Iran pada 28 Februari.
Baca Juga: Lebih dari 20 Kapal Perang AS Blokade Iran Meski Trump Bilang Semi-Negosiasi
Pembayaran ganti rugi merupakan salah satu syarat yang ditetapkan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, di samping penarikan pasukan Amerika dari kawasan tersebut, pencabutan sanksi dan blokade laut, pelepasan aset yang dibekukan, serta penghentian ancaman militer.
Trump menanggapi pada hari Senin dengan mengatakan bahwa kompensasi sebelumnya tidak dibahas dalam negosiasi, namun kini dia telah menginstruksikan perwakilan AS untuk memasukkannya dalam semua perundingan di masa mendatang."Saya juga menuntut kompensasi dari Iran, atas semua orang yang telah mereka bunuh dan lukai parah dengan bom pinggir jalan serta berbagai konflik mereka," tulisnya di Truth Social, yang dilansir Russia Today, Selasa (11/8/2026).Trump mengatakan pembayaran tersebut harus mencakup kompensasi bagi pasukan AS yang tewas dalam konflik regional, keluarga pengunjuk rasa Iran, serta orang-orang yang terdampak perang di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza.
Dia juga menyinggung peristiwa pengeboman kapal perusak berpeluru kendali USS Cole di Yaman pada tahun 2000, yang menewaskan 17 pelaut AS. Meskipun al-Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, pengadilan federal AS memutuskan pada tahun 2015 bahwa Iran juga turut bertanggung jawab. Teheran telah membantah keterlibatannya.
AS kehilangan 18 personel militer selama perang melawan Iran, sementara sekitar 500 lainnya terluka. Militer AS juga diyakini kehilangan puluhan pesawat, termasuk jet tempur F-15, beberapa helikopter, pesawat nirawak (drone), dan pesawat pengisi bahan bakar di udara.
Iran melaporkan lebih dari 3.300 orang tewas akibat serangan AS-Israel, dengan hampir separuhnya merupakan warga sipil. Lebih dari 200 anak termasuk di antara korban tewas, termasuk lebih dari 120 anak perempuan yang tewas dalam serangan terhadap sebuah sekolah dasar di Minab. Serangan AS juga menghantam infrastruktur sipil, termasuk jembatan dan fasilitas air.
Puluhan pemimpin politik dan militer Iran tewas dalam serangan terarah, termasuk pemimpin tertinggi negara yang telah lama menjabat, Ayatollah Ali Khamenei.
Lebih dari 125.000 bangunan sipil rusak atau hancur di Iran, termasuk sekitar 100.100 rumah serta ratusan sekolah dan fasilitas medis, menurut Bulan Sabit Merah Iran.









