Mojtaba Khamenei Tunjuk Jenderal IRGC Jadi Panglima Militer Iran di Tengah Perang Lawan AS

Mojtaba Khamenei Tunjuk Jenderal IRGC Jadi Panglima Militer Iran di Tengah Perang Lawan AS

Global | sindonews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:13
share

Di tengah perang melawan Amerika Serikat (AS), Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah menunjuk jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Ali Abdollahi sebagai Panglima Militer Iran yang baru.

Mojtaba juga menunjuk Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi sebagai Panglima IRGC dengan pangkat mayor jenderal. Perombakan penting ini menandai langkah pemimpin Iran dalam menentukan arah militer negara tersebut.

Baca Juga: Warning Jenderal Iran Jika AS Luncurkan Invasi Darat: Kami Akan Lumpuhkan Tentara Mereka!

Abdollahi sebelumnya memimpin Khatam al-Anbiya, komando militer pusat lintas matra Iran yang bertugas mengoordinasikan operasi militer.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, situs web Mojtaba Khamenei mengumumkan: "Mayor Jenderal Ali Abdollahi telah ditunjuk sebagai kepala staf angkatan bersenjata. Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi juga telah ditunjuk sebagai Panglima Korps Garda Revolusi Islam dengan pangkat mayor jenderal."

Keduanya merupakan penunjukan pejabat militer senior pertama oleh Mojtaba sejak dia diangkat sebagai pemimpin tertinggi pada awal perang Timur Tengah, menyusul kematian ayahnya; Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan AS-Israel.Abdollahi telah melontarkan ancaman keras pada musuh-musuh Iran selama perang berlangsung. Pada awal bulan ini, dia memperingatkan negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah: "Negara mana pun yang menjadi perisai pertahanan bagi Amerika yang kriminal dan agresif akan dilalap api peperangan."

IRGC Ungkap Kecanggihan Rudal Iran

Sementara itu, IRGC pada hari Senin mengungkap bahwa beberapa rudal Iran kini dapat dikendalikan dan mengubah arah saat terbang. Kecanggihan tersebut memungkinkannya menghindari sistem pertahanan udara musuh.

"Rudal-rudal Iran tidak lagi seperti dulu, yang hanya diluncurkan dari satu titik untuk mendarat di titik lain," kata juru bicara IRGC, Hossein Mohabi, yang dilansir IRNA.

"Kini rudal-rudal tersebut memiliki kemampuan pemanduan dan perubahan arah, serta beberapa di antaranya dapat mengubah lintasan saat terbang untuk menghindari sistem pertahanan udara musuh," ujarnya.

Mohabi mengatakan kemampuan Iran tersebut digunakan dalam perang baru-baru ini dengan AS untuk menyasar bagian-bagian dari apa yang dia sebut sebagai "jaringan kekuatan musuh."Dia memaparkan tujuan Iran dalam apa yang disebutnya sebagai "perang teknologi" tidak terbatas pada kerusakan fisik bangunan dan peralatan, tetapi juga mencakup penargetan jaringan pengambilan keputusan dan pertahanan musuh.

Iran terlibat dalam konflik militer dengan Washington sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran pada bulan Februari, yang memicu ketegangan regional. Teheran membalas dengan serangan yang menyasar negara-negara di kawasan yang menampung aset militer AS.

Iran dan AS menyepakati gencatan senjata pada bulan April dan kemudian menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juni yang bertujuan untuk mengakhiri konflik militer serta mencapai kesepakatan damai yang langgeng.

Namun, kesepakatan tersebut gagal bulan lalu, di mana Teheran dan Washington saling melancarkan serangan selama hampir dua minggu sebelum Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba menghentikan pengeboman di tengah kabar adanya pembicaraan untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Topik Menarik