Lokal Indonesia Artisan Market Jadi Alternatif Healing Pekerja Kantoran

Lokal Indonesia Artisan Market Jadi Alternatif Healing Pekerja Kantoran

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 17:05
share

JAKARTA - Berburu produk lokal buatan tangan kini tak harus dilakukan di kawasan khusus pameran. Di tengah padatnya aktivitas perkantoran Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pekerja kantoran dapat menemukan berbagai produk artisan sekaligus melepas penat melalui gelaran Lokal Indonesia Artisan Market yang berlangsung 7-9 Agustus 2026.

Berlokasi di Lantai 3 Menara Sun Life, pameran tersebut menghadirkan lebih dari 80 vendor yang menawarkan beragam produk handmade dan homemade. Mulai dari gantungan kunci, tas, tote bag, boneka, batik, pakaian, hingga parfum racikan khusus tersedia dalam berbagai desain.

Tak hanya produk fesyen dan kerajinan, pengunjung juga dapat menemukan beragam makanan dan minuman rumahan, seperti kopi, teh, serta selai.

Salah satu Founder Lokal Indonesia Artisan Market, Patrice Tobing, mengatakan gelaran tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-32 selama satu dekade perjalanan acara tersebut.

Karya Pengrajin Lokal

Menurut Patrice, pameran ini menjadi wadah bagi para pengrajin lokal untuk memperkenalkan karya yang dibuat secara mandiri sekaligus menunjukkan bahwa produk handmade dan homemade Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari luar negeri.

“Dibuat dengan bahan lokal, dibuat dengan desain lokal, dibuat oleh orang lokal dengan tangan-tangan lokal. Tidak ada yang buatan mesin, mereka juga berkolaborasi antara sesamanya untuk membuat barang-barang, produk-produk yang bagus,” kata Patrice saat ditemui di lokasi, Jumat (7/8/2026).

Patrice menambahkan, lebih dari 80 vendor yang berpartisipasi tahun ini telah melalui proses kurasi. Penilaian tersebut mencakup kualitas produk, orisinalitas, fungsi, estetika, serta penggunaan bahan yang ramah lingkungan.

“Kualitas pembuatan, harus dibuat dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan misalnya, itu salah satu. Estetika, originality, kita tak mau orang hanya memfotokopi apa yang orang lain sudah buat saja. Kita butuh inovasi dalam segi desain, dalam segi pembuatan,” ujarnya.

Kehadiran pameran tersebut juga menarik perhatian masyarakat yang ingin mencari produk unik buatan lokal. Sejumlah pengunjung datang bersama teman, keluarga, maupun kerabat untuk melihat-lihat sekaligus berburu berbagai barang dan makanan yang ditawarkan.

Menariknya, lokasi pameran yang berada di kawasan bisnis membuat pekerja kantoran di sekitar Mega Kuningan turut memanfaatkan waktu istirahat untuk berkunjung. Sebagian datang untuk mencari produk baru, sementara lainnya menjadikan pameran tersebut sebagai alternatif untuk menyegarkan pikiran di tengah rutinitas pekerjaan.

Adelia, salah seorang pekerja kantoran di kawasan Mega Kuningan, mengaku sengaja menyempatkan diri mengunjungi pameran tersebut. Menurutnya, lokasi yang berada di tengah kawasan perkantoran membuat akses menuju pameran menjadi lebih mudah dibandingkan acara serupa yang biasanya digelar di lokasi yang jauh.

“Awalnya karena penasaran, karena untuk lokal karya sendiri kan sebenarnya biasanya tempatnya di pameran-pameran yang aksesnya agak jauh. Terus karena aksesnya jauh, waktunya juga terbatas. Nah, karena ini lokasinya mudah diakses dan jamnya juga pas, jadi awalnya mau lihat-lihat. Cuma tentu saja kalau ada yang menarik pasti akan dibeli,” tutur Adel.

Ia menilai keberadaan pameran tersebut juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih banyak produk lokal yang memiliki kualitas dan desain menarik.

“Kan tadi saya muter-muter dari makanan, produknya secara baju, clothing, dan lain-lain tuh sebenarnya bisa sangat menyaingi brand, karena bagus-bagus kok, lucu-lucu juga,” ucapnya.

Bagi Adel, keberadaan artisan market di tengah kawasan perkantoran juga memberikan pengalaman berbeda. Setelah menjalani aktivitas pekerjaan, mengunjungi pameran dan melihat berbagai produk kreatif dapat menjadi salah satu cara untuk melepas penat.

“Nah, makanya ini kayak alternatif yang menarik sih diadakan di tengah-tengah perkantoran yang aksesnya gampang,” tambahnya.

Antusiasme pengunjung juga dirasakan para pengrajin yang mengikuti pameran. Founder Artisan byIgna, Igna Najoan, mengaku telah mengikuti Lokal Indonesia Artisan Market sejak penyelenggaraan kedua.

Menurut Igna, pameran tersebut menjadi tempat yang sesuai untuk memperkenalkan berbagai produk handmade karyanya, mulai dari tas, gantungan, hingga beragam aksesori dengan tema burung dan ayam.

“Jadi orang biasanya datang untuk cari produk barunya apa? Jadi kami dicari, lumayanlah orang yang kembali di event-event berikutnya. Kami selalu menunggu acara ini, jadi tiap kali akan ada acara ini, semangatlah bikin-bikin yang baru,” pungkas Igna.

Topik Menarik