Karina Ranau Trauma Berat Usai Dianiaya hingga Takut Pergi ke Warung Sendiri
Istri mendiang Epy Kusnandar, Karina Ranau hingga kini mengaku masih trauma usai menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria di warung miliknya di kawasan kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).
Karina mengaku sangat ketakutan setelah kejadian tersebut menimpanya. Bahkan, ia merasa was-was ketika hanya mendengar suara kecil di sekitarnya.
Baca juga: 6 Pemakaman Artis Paling Mewah di Dunia, Ada yang Menghabiskan Rp16 Miliar
"Rasa was-was masih menghantui, ada. Sampai saat ini saya tuh trauma, takut jalan sendiri. Jadi kalau jalan harus nengok ke belakang, ada suara apa sedikit saya takut," ujar Karina Ranau saat ditemui di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan hari ini.
Kejadian tersebut membekas begitu kuat di ingatan Karina. Ia mengaku masih terbayang-bayang wajah pelaku yang menyerangnya secara tiba-tiba.Baca juga: Karina Ranau Minta Polisi Tambahkan Pasal Baru dalam Kasus Dugaan Penganiayaan
"Ketemu terakhir waktu di warung gitu karena saya masih trauma, masih apa ya, keguncangan saya masih ada di depan mata saya," imbuhnya dengan nada bergetar.
Dampak trauma ini bahkan memengaruhi aktivitas sehari-hari dalam mengelola bisnis kuliner miliknya. Jika biasanya ia sudah berada di warung sejak pagi, kini Karina baru berani datang saat siang.
"Biasanya saya ke warung setelah kejadian itu pagi jam 6 kadang jam 7, ini saya agak siang jam 12 kadang jam 1 masih apa ya mencoba mencerna kejadian itu, takut," tuturnya.
Meski sempat berencana untuk berkonsultasi ke psikolog, Karina masih berusaha menguatkan diri sendiri. Ia teringat masa-masa sulit saat harus bangkit setelah kepergian suaminya.
"Tadinya saya sempat mau ke psikolog cuma saya masih mengerem diri karena pada saat almarhum suami meninggal saya pernah ke psikolog juga untuk bangkit dan sembuh dan saya sudah sembuh. Saya menghindari itu, tapi jika memang nantinya saya perlukan mungkin saya akan pergi ke sana," pungkasnya.









